Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhut: Perhutanan Sosial siap sediakan komoditas bergizi untuk MBG

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 13:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhut: Perhutanan Sosial siap sediakan komoditas bergizi untuk MBG Doc: ANTARA
Ket. Tangkapan layar - Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kemenhut, Enik Eko Wati, dalam Talkshow Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PeSoNa) 2025 yang diikuti daring dari Jakarta, Rabu (20/8/2025).

JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengatakan areal Perhutanan Sosial dapat menjadi salah satu penyedia komoditas bergizi untuk menunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia.

"Kemudian peran Perhutanan Sosial di sini adalah produksi langsung komoditas yang bergizi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kemenhut, Enik Eko Wati, dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Rabu (20/8).

Dari 8,3 juta hektare areal Perhutanan Sosial yang sudah ditetapkan di seluruh Indonesia, banyak di antaranya dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan lewat hasil hutan bukan kayu (HHBK).  

Bahkan tanaman pangan dan buah-buahan sendiri masuk dalam komoditas terbanyak yang dihasilkan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 15.754 KUPS.

"KUPS sebagai pemasok bahan pangan bergizi lokal dan mendorong pertanian organik dan sehat di kawasan hutan yang bisa masuk ke rantai pasok program MBG," katanya.

Dia menyatakan bawah kawasan hutan yang dikelola masyarakat melalui Perhutanan Sosial dapat menjadi sumber pangan alternatif dan KUPS berperan memperkuat rantai pasok pangan di berbagai wilayah.

Menurut analisis bersama Kemenhut dan Kementerian Pertanian, dari 8,3 juta hektare lahan Perhutanan Sosial yang ada saat ini, sekitar 1,9 juta hektare berpotensi untuk pengembangan agroforestri yang mengombinasikan tanaman kehutanan dan pangan.

Untuk tahun ini, ditargetkan dilakukan penanaman padi lahan kering di lahan seluas 892,34 ribu hektare, dengan 389,4 ribu hektare di antaranya merupakan areal Perhutanan Sosial.

Sementara itu, target pengembangan Perhutanan Sosial untuk 2025-2029 untuk tanaman pangan mencapai sekitar 1,1 juta hektare. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

31 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...
Daerah
Pemprov Jawa Tengah Perluas...
Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Nasional
Kejati Sumbar Bantah Tuding...
DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

DPR Usul Agar Pemerintah Susun Standar Nasional Pengasuhan di Pesantren untuk Cegah Kekerasan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.