Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Coba Lima Hari Sekolah Dibatalkan Pemkab Pekalongan Karena Berbagai Alasan

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 18:53 WIB | Oleh:
Uji Coba Lima Hari Sekolah Dibatalkan Pemkab Pekalongan Karena Berbagai Alasan Doc: ANTARA/HO-Humas Kabupaten Pekalongan
Ket. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

PEKALONGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah, membatalkan rencana uji coba penerapan lima hari sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri karena beberapa alasan.

"Alasan utama pembatalan tersebut adalah menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dengan pendidikan agama, mengingat daerah ini dikenal luas sebagai sebutan Kota Santri," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Batang, Selasa (19/8).

Menurut dia, kondisi di daerah ini dikenal tidak hanya belajar di sekolah formal saja, namun juga melanjutkan pendidikan agama di tempat pendidikan Al Quran atau sekolah madrasah yang dilaksanakan pada sore hari.

"Oleh karena itu jika dipaksakan lima hari sekolah, maka dikhawatirkan kegiatan mengaji mereka akan terganggu," katanya.

Ia mengatakan keputusan pembatalan uji coba penerapan lima hari sekolah ini bukan diambil sepihak, melainkan melalui pertimbangan matang dan masukan dari berbagai tokoh masyarakat, ulama, serta organisasi keagamaan.

"Belum lama ini Ketua NU, Muhammadiyah, dan pengurus TPQ, datang bersilaturahmi dengan saya dan Pak Wakil Bupati. Mereka menyampaikan aspirasi agar kegiatan mengaji anak-anak jangan sampai terabaikan, sehingga setelah mendengar saran tersebut saya instruksikan Dinas Pendidikan untuk membatalkan uji coba lima hari sekolah," katanya.

Meski sempat direncanakan akan diterapkan di 175 sekolah pada Agustus 2025, kata dia, rencana tersebut akhirnya diputuskan tidak dilanjutkan sehingga pembelajaran sekolah siswa SD dan SMP negeri tetap menggunakan sistem enam hari sekolah.

"Kebijakan ini murni mempertimbangkan kondisi masyarakat setempat. Ini keputusan kita sendiri, tidak ada kaitannya dengan polemik di daerah lain," katanya.

Anggota DPR RI Ashraff Abu menekankan pentingnya pemerintah untuk selalu mendengar suara masyarakat sebelum merumuskan sebuah kebijakan.

"Setiap keputusan yang tidak melibatkan rakyat bisa berdampak negatif. Pemerintah harus menempatkan aspirasi masyarakat sebagai prioritas utama agar kebijakan yang dibuat benar-benar mencerminkan kebutuhan mereka," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.