Peran Sel Darah Merah Tidak Sesederhana yang Dikira
📅 Selasa, 19 Agu 2025, 07:43 WIB | Oleh: Haryo Brono“Saat itulah kami menyadari bahwa sel darah merah pasti melakukan lebih dari sekadar mengisi ruang,” kata Litvinov.
Memodelkan Mekanika
Untuk mengetahui bagaimana sel darah merah mendorong perilaku tak terduga ini, tim tersebut berkonsultasi dengan Purohit, seorang insinyur mekanik yang terlatih. Sebagai pakar material lunak seperti gumpalan darah dan gel, Purohit mengembangkan model matematika yang menunjukkan bahwa sel darah merah memadat terutama karena “deplesi osmotik.”
Deplesi osmotic merupakan efek dari peningkatan tekanan osmotik dalam larutan di sekitarnya. Ketika koloid berada cukup dekat, yaitu ketika volume yang dikeluarkan saling tumpang tindih, zat deplesi dikeluarkan dari daerah antarpartikel yang membuat di antara koloid ini kemudian menjadi fase pelarut murni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembekuan Darah
Proses ini juga menjelaskan bagaimana partikel dalam koloid campuran seperti cat, susu, atau air berlumpur dapat berkumpul dan membentuk gugus ketika kondisi di sekitarnya berubah.
“Pada dasarnya, protein dalam cairan di sekitarnya menciptakan ketidakseimbangan tekanan yang mendorong sel darah merah menyatu,” kata Purohit. “Gaya tarik ini menyebabkan mereka memadat lebih rapat, membantu gumpalan berkontraksi bahkan tanpa trombosit,” terang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat darah mulai menggumpal, protein seperti jaring yang disebut fibrin membentuk jaring yang menjebak sel darah merah dan menariknya agar saling berdekatan. “Penggumpalan ini membuka jalan bagi kekuatan deplesi osmotik untuk mengambil alih,” kata Purohit.
Setelah sel darah merah terkemas rapat di dalam jaring fibrin, protein dalam cairan di sekitarnya terdorong keluar dari ruang sempit di antara sel-sel. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan: konsentrasi protein lebih tinggi di luar sel yang terkemas daripada di antara sel-sel, yang mengakibatkan perbedaan “tekanan osmotik.”
Perbedaan tekanan tersebut bertindak seperti tekanan dari luar, mendorong sel-sel darah merah agar semakin rapat. “Daya tarik ini menyebabkan sel-sel beragregasi dan mentransfer kekuatan mekanis ke jaringan fibrin di sekitarnya,” tambah Purohit. “Hasilnya adalah gumpalan yang lebih kuat dan lebih padat, bahkan tanpa aksi trombosit,” paparnya.
Memvalidasi Model
Penelitian sebelumnya menunjukkan kemungkinan penjelasan lain: bridging, di mana tarikan antar molekul kecil di permukaan sel darah merah menyebabkan mereka melekat. “Model kami menunjukkan bahwa efek bridging itu nyata,” kata Purohit, “tetapi jauh lebih kecil daripada efek deplesi osmotik,” ujar.
Untuk menguji model tersebut, penulis pertama Alina Peshkova, yang kini menjadi peneliti pascadoktoral Farmakologi di PSOM, melakukan serangkaian eksperimen pada gumpalan darah yang dimodifikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!