Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DJBC Aceh Minta Masyarakat Waspada Pencurian Data dari Situs Palsu

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 20:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
DJBC Aceh Minta Masyarakat Waspada Pencurian Data dari Situs Palsu Doc: ANTARA
Ket. Warga mengunjungi situs ECD Bea Cukai di Banda Aceh, Selasa (19/8/2025).

BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Aceh meminta masyarakat mewaspadai penipuan dan pencurian data melalui situs palsu bea cukai yang mengatasnamakan sistem Electronic Customs Declaration (ECD).

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah DJBC Kemenkeu Aceh Muparrih di Banda Aceh, Selasa (19/8), mengatakan situs palsu tersebut dengan alamat ecustoms.id. Situs tersebut bukan milik pemerintah Indonesia.

"Kami mengimbau masyarakat, khusus para pelancong dari luar negeri yang masuk Indonesia untuk mewaspadai situs ecustoms.id yang mengatasnamakan sistem ECD," katanya.

Muparrih mengatakan ECD yang resmi dan sah disediakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI yang hanya dapat diakses melalui alamat ecd.beacukai.go.id.

"Selain dari alamat tersebut, bukan situs resmi dan diduga kuat digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu dan mencuri data pribadi," kata Muparrih.

Modus penipuan yang dilakukan adalah dengan menampilkan pembayaran dengan nominal tertentu di akhir pengisian formulir. Selanjutnya, setelah pengisian formulir diarahkan ke aplikasi pembayaran.

"Formulir ECD resmi tidak dipungut biaya dalam proses pengisiannya. Hasil pengisian formulir ECD menghasilkan barcode resmi yang nantinya digunakan petugas bea cukai saat pelancong dari luar negeri tiba di Indonesia," katanya.

Muparrih menyebutkan pelancong yang membawa barang pribadi dari luar negeri mendapatkan fasilitas pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor sebesar 500 dollar Amerika Serikat.

Apabila nilai barang melebihi batas tersebut, maka dikenakan Bea Masuk dan Pajak Impor setelah dilakukan pemeriksaan di bandara kedatangan, bukan pembayaran di muka seperti diarahkan situs tersebut.

"Situs tersebut muncul di urutan atas hasil pencarian. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat berhati-hati, tidak sembarang mengakses dan mengisi data di situs tidak resmi. Mari jaga keamanan data dan mencegah penipuan digital," kata Muparrih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.