Insiden Penembakan Masjid di Swedia Renggut Satu Korban Jiwa
📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 16:15 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
ISTANBUL - Seorang pria 25 tahun terbunuh dan dua orang terluka dalam sebuah insiden penembakan di dekat sebuah masjid di kota Orebro, Swedia selatan, pada Jumat (15/8), menurut keterangan polisi.
Insiden tersebut terjadi tak lama setelah ibadah salat Jumat di masjid Orebro di daerah Boglundsangen selesai dilaksanakan, di mana dilaporkan terdengar beberapa tembakan dilepaskan ketika para jemaah pulang.
Polisi mengatakan mereka mendapat laporan mengenai penembakan itu sekitar pukul 1.45 sore waktu setempat. Dua orang terluka, dan pada pukul 17:30 salah seorang dilaporkan meninggal.
Pihak berwenang telah mengadakan penyelidikan awal terkait apakah aksi tersebut merupakan pembunuhan, percobaan pembunuhan, dan pelanggaran senjata yang diperburuk.
Mereka mengatakan serangan itu diyakini terkait dengan "lingkungan jaringan kriminal" dan diperlakukan sebagai insiden yang terkait dengan geng.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pelaku masih bebas. Kami sepenuhnya memburu pelaku sekarang," kata juru bicara kepolisian Anders Dahlman kepada wartawan, menambahkan bahwa petugas melakukan pekerjaan investigasi yang luas, termasuk wawancara saksi dan pengumpulan intelijen.
Dalam sebuah pernyataan, pihak masjid mengatakan tempatnya bukan target serangan dan mendesak anggota untuk tetap di rumah untuk malam itu sementara penyelidikan polisi berlanjut.
Presiden Federasi Islam Swedia, Tahir Akan, mengatakan kepada Anadolu bahwa penembakan itu tidak termotivasi oleh "rasisme" atau diarahkan ke masjid atau jemaatnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan pelaku memiliki "perselisihan pribadi" dengan kedua korban dan menembak mereka ketika mereka meninggalkan masjid usai salat Jumat.
"Seperti yang direncanakan sebelumnya, penyerang menembak dan melukai dua orang yang berselisih dengannya. Karena ada seorang dokter di antara jemaat, intervensi pertama dilakukan di tempat. Saya diberitahu bahwa salah satu yang terluka dalam kondisi serius, sementara yang lain mengalami cedera ringan," kata Akan pada hari itu, sebelum polisi mengonfirmasi satu telah meninggal.
Area masjid masih tetap ditutup, dengan beberapa unit penyelamatan, petugas polisi, dan ambulan yang dikerahkan.
Pihak berwenang telah mendesak masyarakat untuk menghindari wilayah sekitar dan mematuhi penghalang jalan. Ant/Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!