Pemerintah Bongkar Birokrasi Pupuk demi Percepat Pasokan ke Petani
📅 Jumat, 15 Agu 2025, 22:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah memangkas 145 regulasi yang sebelumnya menghambat proses penyaluran pupuk kepada petani.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menyederhanakan birokrasi, mempercepat distribusi sarana produksi pertanian, dan memastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu serta sesuai kebutuhan.
Pemangkasan aturan yang berbelit diharapkan dapat menghilangkan hambatan administratif, meminimalkan potensi penyimpangan, serta menurunkan biaya distribusi.
Dengan mekanisme yang lebih ringkas, petani tidak lagi dihadapkan pada prosedur panjang yang dapat mengganggu musim tanam dan produktivitas lahan.
Kebijakan ini juga mencerminkan strategi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui deregulasi yang terarah, Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan menjadi prioritas utama pembangunan.
“Hadirnya pemerintah sudah nyata dirasakan sejak awal 2025. (Sebanyak) 145 peraturan kita pangkas,” katanya dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangannya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
Berkait pemangkasan tersebut, Prabowo mengatakan produksi beras meningkat dengan total stok komoditas tersebut di gudang pemerintah berada di atas 4 juta ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Harga stabil, petani semakin sejahtera. Ke depan, akan kita lanjutkan cerita sukses ini,” kata Prabowo.
Dalam hal ini, ia mengatakan penguatan Perum Bulog yang dilakukan pemerintah membuat perusahaan tersebut mampu berperan sebagai penyangga stok pangan, pelindung petani, dan penjaga daya beli masyarakat.
Pada 2026, Prabowo mengatakan pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp53,3 triliun untuk lumbung dan cadangan pangan. Sedangkan alokasi subsidi pupuk sebesar Rp46,9 triliun dengan total 9,62 juta ton pupuk.
DPR RI menggelar Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat siang.
Presiden menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangannya.
Agenda sidang dihadiri oleh 473 anggota yang mencakup seluruh fraksi DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani membuka dan menutup sidang tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!