Revitalisasi Museum Kain dan Artefak Rumah Budaya Sumba Selesai Dilakukan
📅 Rabu, 13 Agu 2025, 20:07 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Yayasan Kawan Lama
JAKARTA – Sejak dimulai pada akhir 2024, program Merajut Asa Sumba dari Yayasan Kawan Lama telah menunjukkan dampak nyata dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan pariwisata di Sumba Barat Daya. Salah satu pencapaian utamanya adalah revitalisasi museum kain dan artefak Rumah Budaya.
Melalui proses kurasi ulang koleksi, pembaruan ruang pamer, dan penyusunan ulang narasi budaya, kini museum ini tampil lebih modern dan informatif, dengan konsep yang dirancang untuk membawa pengunjung menelusuri kekayaan budaya secara lebih utuh.
Sebagai bagian dari peresmian, program ini berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya dan SMK Pariwisata San Jose untuk menghadirkan fashion show yang menampilkan kekayaan wastra Sumba dalam sentuhan yang lebih segar dan kreatif.
Tasya Widyakrisnadi, Ketua Yayasan Kawan Lama menyatakan, sejak program ini berjalan, jumlah pengunjung Rumah Budaya meningkat hingga 103%, dan pendapatan yang dihasilkan melonjak sebesar 212%. Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal bila dikelola dengan tepat.
Ia meyakini bahwa pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui program Merajut Asa Sumba, pihaknya tidak hanya berupaya menjaga agar warisan budaya Sumba tetap hidup, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan kualitas destinasi dan membekali para staf Rumah Budaya melalui berbagai pelatihan hospitality.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan pengelolaan yang lebih relevan dan profesional, dampak positifnya pun mulai terasa, baik dalam aspek sosial, pendidikan, maupun kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucapnya melalui siaran pers pada hari Rabu (13/8).
Upaya revitalisasi ini juga diperkuat dengan pelatihan berkelanjutan bagi para staf Rumah Budaya. Melalui program pelatihan berkelanjutan, para staf dibekali dengan keterampilan komunikasi yang lebih efektif, pemahaman dalam menangani keluhan pengunjung secara tepat, serta kemampuan dasar berbahasa Inggris untuk mendukung pelayanan yang lebih inklusif.
Untuk memperkuat dampaknya, inisiatif ini turut melibatkan kolaborasi bersama Universitas Multimedia Nusantara, yang menghadirkan tenaga ahli dalam bidang hospitality. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh ini, peningkatan mutu pelayanan diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan destinasi budaya yang lebih profesional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mendorong aspek budaya dan ekonomi, Merajut Asa Sumba juga menaruh perhatian pada pentingnya kesehatan masyarakat sebagai fondasi kesejahteraan jangka panjang. Dalam semangat pemberdayaan yang menyeluruh, Yayasan Kawan Lama bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya dalam kegiatan pemberian obat cacing bagi 4.000 warga Desa Kadipada dan Weelonda yang berlokasi dekat dengan Rumah Budaya.
“Langkah ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan perubahan yang bersifat holistik, di mana upaya pelestarian nilai budaya berjalan berdampingan dengan peningkatan kualitas kesehatan,” ucap Tasya.
Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka, menyatakan, pemberdayaan masyarakat adalah kunci dari pembangunan yang berkelanjutan. Melalui program Merajut Asa Sumba, ia melihat bagaimana pelestarian budaya bisa menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan membangun rasa percaya diri akan kekayaan lokal yang dimiliki.
“Kami mengapresiasi Yayasan Kawan Lama atas komitmennya untuk tidak hanya membangun ruang fisik, tetapi juga menghidupkan potensi sumber daya manusia di Sumba Barat Daya,” katanya.
Keseluruhan inisiatif ini memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya tentang menjaga masa lalu, tetapi juga tentang menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Program Merajut Asa Sumba diharapkan menjadi awal dari ekosistem yang terus tumbuh, di mana identitas budaya Sumba tetap hidup, daya tarik wisata terus berkembang, dan masyarakat turut merasakan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!