Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendag: Peru, Pintu Masuk Perdagangan ke Kawasan Amerika Latin

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 19:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemendag: Peru, Pintu Masuk Perdagangan ke Kawasan Amerika Latin Doc: istimewa
Ket. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (kanan) dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru Ursula Desilu Leon Chempen (kiri) saat meneken kerja sama dagang IP-CEPA di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8)

JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI optimistis kerja sama dagang Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) akan meningkatkan ekspor RI ke kawasan Amerika Latin.

"Peru memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk perdagangan ke kawasan Amerika Latin sekaligus menjadi negara mitra yang saling melengkapi dengan Indonesia, baik dari sisi komoditas maupun potensi pasar,"ungkap Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono di Jakarta, Selasa (12/8)

Selain itu, hubungan politik dan ekonomi kedua negara yang terbuka menjadi landasan kokoh bagi kelancaran negosiasi serta implementasi kesepakatan ini. "Melalui IP-CEPA, Indonesia akan memperoleh keunggulan tarif yang kompetitif sekaligus memperluas peluang ekspor produk bernilai tambah ke Peru,” jelas Djatmiko.

Dia pun menambahkan, setelah implementasi, diversifikasi ekspor Indonesia ke Peru diproyeksikan dapat mencapai nilai hingga 5 miliar dollar AS. Sektor-sektor yang memiliki prospek terbesar meliputi tekstil dan alas kaki, otomotif dan suku cadang, biodiesel dan kelapa sawit, produk perikanan dan olahan makanan, karet, serta mesin khusus.

“Dengan demikian, IP-CEPA diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja perdagangan Indonesia-Peru, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Amerika Latin secara keseluruhan,” ucap Djatmiko.

Diketahui, Indonesia dan Peru membuka babak baru kerja sama dengan ditandatanganinya IP-CEPA. Penandatanganan dilakukan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru Ursula Desilu Leon Chempen, Senin (11/8), di Istana Merdeka, Jakarta. 

IP-CEPA menjadi persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif kedua Indonesia di kawasan Amerika Latin. Penandatanganan IP-CEPA bertepatan dengan kunjungan Presiden Peru Dina Boluarte ke Indonesia untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

 "Perjanjian ini berhasil diselesaikan dalam waktu singkat, hanya empat putaran negosiasi dalam waktu kurang dari 1,5 tahun berkat arahan langsung dari kedua presiden,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan optimistis, IP-CEPA akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha kedua negara untuk memperluas perdagangan dan investasi sekaligus menarik lebih banyak pengusaha Peru berkunjung ke Indonesia. “Perjanjian ini mencakup pengaturan perdagangan barang, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi, sanitasi dan fitosanitasi, hambatan teknis perdagangan, serta ketentuan hukum dan kelembagaan. Tahap awal perundingan difokuskan pada sektor perdagangan barang,” tambah Mendag Busan.

Penghapusan Tarif

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono menerangkan, IP-CEPA akan membuka akses pasar Indonesia ke Peru melalui penghapusan, pengurangan, dan penurunan tarif bea masuk secara bertahap yang mencakup sekitar 90 persen dari total pos tarif Peru. Produk prioritas Indonesia yang mendapat akses pasar ke Peru, antara lain, kendaraan bermotor, alas kaki, tekstil, kelapa sawit, dan peralatan pendingin.

Menurut Djatmiko, perjanjian ini juga menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), mengingat Peru merupakan salah satu anggotanya. “Kita sudah mengetahui ekspektasi Peru, sehingga lebih siap dalam menghadapi perundingan CPTPP,” kata Djatmiko.

Dia memaparkan, IP-CEPA menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar ke kawasan Amerika Latin. Perjanjian ini menggunakan pendekatan inkremental, yaitu menyelesaikan persetujuan untuk sektor perdagangan barang terlebih dahulu.

Dalam lima tahun terakhir (2020—2024), perdagangan kedua negara menunjukan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 15 persen. Pada Januari–Juni 2025, total perdagangan kedua negara naik 34,3 persen menjadi 264,8 juta dollar AS yang terdiri atas ekspor Indonesia ke Peru 206,4 juta dollar AS dan impor Indonesia dari Peru 58,4 juta dollar AS. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.