Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentas Lakon Fantasi 'Mencari Semar' dari Teater Koma

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Pentas Lakon Fantasi 'Mencari Semar' dari Teater Koma Doc: Antara

Jakarta - Kelompok teater independen Teater Koma ajab mementaskan lakon fantasi "Mencari Semar" seperti Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng di Ciputra Artpreneur, Jakarta mulai 13 hingga 17 Agustus 2025.

Penulis dan sutradara pementasan Rangga Riantiarno mengatakan lakon fantasi mitologi Jawa itu akan diberi sentuhan futuristik melalui narasi fiksi ilmiah, menciptakan pengalaman teater yang imersif dan memikat.

"Ceritanya terinspirasi dari lakon-lakon wayang Teater Koma sebelumnya, dibumbui sedikit unsur fiksi ilmiah," kata Rangga.

"Mencari Semar" mengisahkan tentang Semar, sang panakawan bijak yang telah pensiun dan tinggal di Karang Tumaritis. Dalam tubuhnya tersimpan pusaka sakti, Jimat Kalimasada.

Di sisi lain, Kekaisaran Nimacha, sebuah peradaban futuristik yang terancam punah, berupaya untuk mendapatkan Kalimasada. Lima agen dengan nomor dan warna berbeda, 01 (merah), 02 (biru), dan 03 (perak/hijau), 04 (ungu),dan 05 (kuning), diutus untuk mencari Semar.

Mereka meyakini bahwa jimat tersebut mampu menulis ulang "Perintah Utama" yang menjadi dasar kehidupan mereka. Melalui pementasan itu, penonton akan dibawa dalam perjalanan waktu yang dinamis, berkat tata panggung modern dan skenografi yang kaya akan visual.

Pada saat bersamaan, elemen khas Teater Koma tetap dihadirkan, mulai dari kostum penuh warna, nyanyian jenaka, hingga tarian teatrikal dan humor yang relevan dengan keadaan saat ini. Penonton dapat melihat humor komunikasi jarak jauh Semar difasilitasi oleh kecerdasan "Semarphone", ada juga jurus pamungkas Semar yang ditakuti para musuh, "ajian kentut".

Skenografer Mencari Semar, Deden Bulqini, mengatakan ia akan menyiapkan konsep skenografi ke arah pengalaman visual yang responsif dalam "Mencari Semar".

"Artinya, set panggung tidak hanya memperkuat suasana, tetapi juga menjadi bagian dari dramaturgi," kata Deden.

Teater Koma yang tahun ini 48 tahun berupaya tetap konsisten menghadirkan dua produksi panggung setiap tahun. Pendiri Teater Koma, Ratna Riantiarno, mengatakan pihaknya terus menjaga momentum itu sebagai perjalanan menuju ulang tahun ke-50 Teater Koma pada 2027.

"Sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan dan energi penonton yang membuat kami semangat berkarya dan tidak pernah titik selalu koma,” kata Ratna berfilosofi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.