Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Jangan Diminum! BMKG Larang Warga Sumsel Konsumsi Air Hujan, Ini Alasannya

26 Senin, 26 Okt 2026, 17:44 WIB | Oleh:
Jangan Diminum! BMKG Larang Warga Sumsel Konsumsi Air Hujan, Ini Alasannya Jangan Diminum! BMKG Larang Warga Sumsel Konsumsi Air Hujan, Ini Alasannya Doc: ANTARA/Edo Purmana
Ket. Hujan mengguyur Kota Palembang pada Sabtu (24/10).

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di Sumatera Selatan untuk tidak mengkonsumsi air hujan, terutama bagi wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis di Palembang, Senin (26/10) mengatakan bahwa setelah lebih dari tiga bulan dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kota Palembang dan sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan diguyur hujan sejak Sabtu (24/10).

Wilayah yang mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sedang meliputi Kota Palembang, Kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu Selatan, Empat Lawang, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta Kota Pagar Alam dan Prabumulih.

Menurutnya, hujan pertama setelah kemarau panjang berpotensi membawa partikel debu dan abu sisa kebakaran yang sebelumnya terakumulasi di atmosfer ke permukaan tanah.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa hujan pertama setelah kemarau panjang tidak serta-merta berbahaya karena risiko bergantung pada kondisi lingkungan dan kandungan polutan di udara setempat.

"Selama kemarau, debu, partikulat, dan polutan dari pembakaran, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan dapat terakumulasi di atmosfer yang sebagian partikel tersebut dapat terbawa bersama air hujan ke permukaan,” ungkapnya.

Wandayantolis menambahkan, air hujan secara alami memiliki tingkat keasaman ringan akibat interaksi dengan karbondioksida di atmosfer.

Sementara itu, tingkat keasaman dan kandungan pencemar dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi lingkungan serta kualitas udara di wilayah masing-masing.

Oleh sebab itu, masyarakat di wilayah terdampak asap diimbau menghindari kontak langsung dengan air hujan jika dikhawatirkan tercemar, terutama tidak untuk minum atau memasak tanpa pengolahan yang sesuai.

"Kami mengimbau warga tidak eforia dengan hujan pertama ini karena kualitasnya buruk mengandung banyak polutan yang ada di atmosfer yang masuk selama kemarau," ujar dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Kane, Mbappe, dan Yamal Ber...
Megapolitan
BPBD Bogor: 113 Rumah di Ci...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.