Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Australia Ungkap Mikroba Pasir Pesisir Timbulkan Ancaman Besar bagi Iklim

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 20:35 WIB | Oleh:
Ilmuwan Australia Ungkap Mikroba Pasir Pesisir Timbulkan Ancaman Besar bagi Iklim Doc: Britannica

SYDNEY - Para ilmuwan di Australia memperingatkan bahwa mikroba penghasil metana di pasir pesisir yang teroksigenasi menimbulkan ancaman besar yang selama ini terabaikan terhadap target iklim, karena melepaskan salah satu gas rumah kaca paling kuat.

Temuan ini dapat mengubah pemahaman tentang emisi gas rumah kaca di laut, membantah asumsi tentang pembentukan metana laut, dengan "implikasi besar bagi pemodelan iklim dan perhitungan karbon," menurut pernyataan dari Universitas Monash Australia pada Senin (11/8).

Studi tersebut mengungkapkan bahwa metanogen aerotoleran dapat berkembang biak di lingkungan pesisir yang dinamis dan menghasilkan metana dengan memetabolisme senyawa yang dilepaskan dari ganggang dan rumput laut yang membusuk, bahkan di lingkungan yang mengandung oksigen.

Hingga kini, para ilmuwan meyakini bahwa pembentukan metana hanya terjadi di lingkungan tanpa oksigen, kata Profesor Perran Cook dari Universitas Monash, penulis utama studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience.

"Ini menantang asumsi dasar dalam ilmu kelautan... Kami kini telah membuktikan bahwa mikroba ini bertahan dari paparan oksigen tanpa efek buruk," ujar Cook.

Bekerja sama dengan Universitas Southern Denmark, para peneliti melakukan survei di Teluk Port Phillip dan Teluk Westernport di Negara Bagian Victoria, Australia, serta di beberapa lokasi di Denmark, dan berhasil mengisolasi dua galur (strain) metanogen baru yang mampu pulih dengan cepat dan memproduksi metana setelah terpapar oksigen.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pesisir berpasir yang permeabel, yang mencakup setengah dari tepi benua di dunia, mungkin berkontribusi jauh lebih besar terhadap emisi metana global daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata Cook.

Studi tersebut memperingatkan bahwa pembusukan rumput laut dan lamun mendorong emisi metana, sehingga menantang narasi tentang strategi "karbon biru", yang selama ini mengandalkan vegetasi pesisir sebagai solusi untuk mengatasi perubahan iklim.

Dengan kondisi laut yang semakin hangat dan meningkatnya polusi nutrien yang mendorong ledakan pertumbuhan alga dan penumpukan biomassa di pantai, kondisi semacam itu kemungkinan akan memicu pelepasan metana yang lebih sering dan intens, imbuh Cook. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Anggota DPR Dorong Perlindu...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.