Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cabai Rawit Sleman Masuk Jepang, Bukti Milenial Berani Main di Pasar Global

📅 Senin, 11 Agu 2025, 23:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cabai Rawit Sleman Masuk Jepang, Bukti Milenial Berani Main di Pasar Global Doc: ANTARA/HO-PT Petani Milenial Sleman
Ket. PT Petani Milenial Sleman melakukan ekspor perdana cabai ke Jepang pada, Kamis (7/8/2025).

SLEMAN – Petani Milenial Sleman, berkolaborasi dengan Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) dan Champion Cabai Indonesia, mencatat tonggak penting dengan melakukan ekspor perdana sembilan ton cabai rawit varietas unggul ke Jepang.

Langkah ini bukan hanya membuka pasar baru, tetapi juga menguji kemampuan produk hortikultura lokal bersaing di pasar internasional yang terkenal ketat dalam standar mutu dan keamanan pangan.

Keberhasilan ini menandai potensi besar sektor hortikultura Indonesia untuk menembus pasar premium, asalkan rantai pasok, sertifikasi, dan konsistensi kualitas dapat dijaga.

Jepang, dengan persyaratan impor yang detail mulai dari kandungan pestisida hingga kemasan, menjadi barometer yang tepat untuk mengukur kesiapan produk lokal bersaing di tingkat global.

Namun, ekspor perdana ini juga menjadi ujian lanjutan: mampukah para petani mempertahankan volume dan kualitas secara berkelanjutan, atau ini hanya akan menjadi proyek sukses satu kali?

Tantangan seperti fluktuasi harga, iklim yang tidak menentu, dan biaya logistik tinggi bisa menjadi penghalang serius jika tidak diantisipasi sejak awal.

"Ekspor cabai perdana sekitar sembilan ton itu tujuan ke Jepang sudah dilakukan beberapa hari lalu (7/8) dan ke depan kami mencoba memasarkan juga ke beberapa negara di Asia dan Timur Tengah," kata Direktur PT Petani Milenial Sleman Ardhi Prasetyo di Sleman, Senin (11/8).

Menurut dia, langkah ini selain mendatangkan devisa negara, juga sebagai strategi untuk menahan harga cabai rawit domestik agar tetap di atas "break event point" (BEP), sehingga petani tidak mengalami kerugian di tengah anjloknya harga di pasaran.

"Beberapa waktu terakhir harga cabai jatuh hingga mendekati BEP. Kami tidak ingin petani merugi, maka kami ambil langkah membeli cabai di atas BEP untuk kemudian dipasarkan ke luar negeri," katanya.

Ia mengatakan, upaya tersebut mampu menjadi target pengendalian harga cabai di pasaran lokal.

"Jadi saat harga cabai anjlok seperti saat ini dimana harga per kilogram Rp17.000, maka kami beli dengan harga Rp20.000 untuk kemudian kami ekspor sampai nanti harga di pasaran lokal naik lagi," katanya.

CEO PT Petani Milenial Sleman Isnaini Baroroh mengatakan pengumpulan cabai dilakukan dengan memanfaatkan truk baru yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

"Dalam satu minggu, tim Petani Milenial Sleman menargetkan dapat serap sampai sembilan ton yang akan diproses minimal satu ton per hari, diambil dari petani cabai di Sleman dan sekitarnya, bekerja sama dengan PPHM dan Champion Cabai," katanya.

Menurut dia, proses petik tangkai, salah satu syarat mutu ekspor bermitra dengan Kelompok Wanita Tani (KWT), dan masyarakat setempat, sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi ibu rumah tangga yang tergabung di dalamnya di beberapa lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Trump Desak Putin dan Zelenskyy Sepakati Perdamaian

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.