Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenkop: Akurasi Data Penting untuk Pengentasan Kemiskinan

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Wamenkop: Akurasi Data Penting untuk Pengentasan Kemiskinan Doc: istimewa
Ket. Ferry Juliantono Wakil Menteri Koperasi - Kita membutuhkan basis data desa yang benar-benar akurat untuk digunakan dalam mengambil keputusan.

Jakarta - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa keakuratan basis data di tingkat desa merupakan kunci utama keberhasilan program pengentasan kemiskinan.

“Kita membutuhkan basis data desa yang benar-benar akurat untuk digunakan dalam mengambil keputusan,” kata Wamenkop Ferry di Jakarta, Rabu (6/8).

Seperti dikutip dari Antara, sebagai salah satu fokus nasional untuk dituntaskan, Ferry mengatakan basis data menjadi vital bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program prioritas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan akses kesehatan dan pendidikan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Saat ini, Ferry mengatakan terdapat salah satu aplikasi yang memungkinkan untuk memotret kondisi desa secara utuh mulai dari sisi potensi desa, demografi desa hingga profil masyarakat desa secara akurat.

Aplikasi tersebut berupa Data Desa Presisi (DPP) yang dikembangkan dengan sistem teknologi terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).

Ia menilai, data yang dihasilkan dari aplikasi ini laik untuk dijadikan pertimbangan pemerintah khususnya Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dalam merumuskan kebijakan terkait dengan pengentasan kemiskinan.

Ferry menambahkan, ke depannya Kemenkop siap memperkuat kerja sama dengan BP Taskin untuk meningkatkan akurasi pendataan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kita ingin punya semangat yang sama untuk membangun data yang presisi karena kita sama-sama ingin mengurangi kemiskinan bahkan bisa menghilangkan,” kata Wamenkop.

Wakil Kepala I BP Taskin Nanik S Deyang, berharap kolaborasi untuk memvalidasi data terutama data penduduk miskin di Indonesia dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terutama dari kalangan akademisi.

Di sisi lain, Guru Besar Sosiologi Pembangunan IPB sekaligus penggagas DDP Prof Sofyan Sjaf menjelaskan bahwa DDP hadir untuk membangun basis data yang akurat dan partisipatif dari bawah (bottom-up).

DDP menggabungkan pendekatan mikro spasial dengan dukungan teknologi drone, AI, dan enumerator dari kalangan pemuda desa.

Data yang dikumpulkan tidak hanya mencakup objek fisik seperti bangunan, tetapi juga subjek sosial seperti dinamika penduduk desa.

Hingga saat ini, DDP telah diterapkan di 16 provinsi, 38 kabupaten/kota, dan mencakup 1.239 desa. Semua proses dilakukan secara ilmiah, partisipatif, dan dikawal oleh akademisi untuk memastikan akurasi dan keberlanjutan data.

Rujukan Utama

Secara terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menekankan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi landasan utama dalam merancang strategi pengentasan kemiskinan nasional yang mesti dimiliki oleh pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.