UE dan Indonesia Capai Kesepakatan Politik untuk Percepat Perjanjian Dagang
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 14:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohCecilia Malmström, mantan komisaris perdagangan UE, mengaku terkejut dengan kemajuan yang telah dicapai saat ini. “Selama saya menjabat, kemajuan mereka sangat lambat,” ujarnya, seraya menyebut Indonesia mulai meninggalkan pendekatan ultra-proteksionis.
Namun, Malmström menyoroti bahwa bab perdagangan dan pembangunan berkelanjutan (TSD) kemungkinan menjadi bagian paling sulit.
“Saya tidak tahu apakah September realistis,” katanya, “tetapi orang-orang yang dekat dengan negosiasi menyebut akhir tahun ini masih sangat mungkin.”
Juru bicara Gill menyatakan bahwa elemen-elemen utama dari bab TSD telah disepakati, namun bukan berarti telah difinalisasi atau disetujui secara resmi. Proses ratifikasi dan legalitas masih menjadi tahap selanjutnya yang harus diselesaikan kedua belah pihak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia juga berhak untuk ingin mengembangkan industri lokal dan memiliki andil dalam nilai nikel di negaranya serta membangun kebijakan industrinya sendiri,” kata Alessa Hartmann dari lembaga Power Shift yang berbasis di Jerman.
Meski demikian, Uni Eropa tetap menekankan pentingnya akses ke bahan baku seperti nikel dalam perjanjian ini. Juru bicara Gill menambahkan bahwa Uni Eropa berupaya mencapai keseimbangan antara kepentingan industrinya dan kebutuhan kebijakan pembangunan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!