Thailand Berencana Gugat Kamboja

Kamis, 07 Agu 2025, 02:55 WIB

BANGKOK – Pemerintah Thailand pada Rabu (6/8) menyatakan hendak mengajukan gugatan terhadap Kamboja atas kerugian yang disebabkan bentrokan di perbatasan. Salah satu penggugat yaitu Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Provinsi Surin, dilaporkan sedang mempersiapkan tindakan hukum dengan Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand memperkirakan adanya kerugian sebesar 146 juta baht akibat kerusakan yang dialami rumah sakit itu.

Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Somsak Thepsutin, mengungkapkan bahwa Wakil Perdana Menteri dan Penjabat Perdana Menteri Phumtham Wechayachai telah menginstruksikan semua kementerian terkait untuk menilai kerusakan yang disebabkan oleh konflik tersebut, serta mempersiapkan gugatan pidana dan perdata terhadap Kamboja di tingkat nasional dan internasional.

Ket. Foto: Ratusan pekerja migran asal Kamboja berduyun-duyun menuju Pos Perbatasan Internasional Daung di Provinsi Battambang, Kamboja, pada Rabu (6/8). Mereka kembali ke tanah airnya karena merasa tidak aman dan takut berada di Thailand. — Sumber: AFP/CAMBODIA'S MINISTRY OF LABOUR

“Tindakan hukum akan diambil terhadap Kamboja atas kerugian yang ditimbulkan kepada Thailand,” ungkap kementerian itu.

Somsak juga menyebutkan bahwa situasi perbatasan Thailand-Kamboja akan dipantau secara ketat mulai Kamis (7/8) dalam diskusi bilateral di bawah kerangka kerja Komite Perbatasan Umum Thailand-Kamboja (GBC).

Dari Malaysia dilaporkan Thailand dan Kamboja akhirnya bisa mencapai konsensus gencatan senjata di perundingan tingkat sekretariat yang berlangsung selama tiga hari.

“Alhamdulillah konsensus dasar telah tercapai. Namun masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan yang akan difinalisasi pada Pertemuan Luar Biasa GBC esok,” ucap panglima Angkatan Bersenjata Malaysia, Mohd Nizam Jaffar.

Isi dari konsensus itu sendiri menegaskan bahwa Thailand dan Kamboja sepakat untuk menerapkan gencatan senjata efektif tengah malam pada 28 Juli.

Ketegangan antara kedua negara itu memuncak pada 28 Mei lalu ketika pertempuran pecah di wilayah Preah Vihear yang disengketakan hingga mengakibatkan tewasnya seorang tentara Kamboja.

Eksodus Migran

Sementara itu pada Rabu dilaporkan ratusan ribu pekerja migran Kamboja telah pulang dari Thailand menyusul bentrokan mematikan di perbatasan antara kedua negara tetangga, ungkap seorang pejabat Kementerian Tenaga Kerja kepada AFP.

Sejumlah besar pekerja yang kembali dan keluarga mereka dilaporkan berduyun-duyun masuk melalui pos perbatasan Ban Laem-Daung antara Provinsi Chanthaburi di timur Thailand dan Battambang di Kamboja pada Rabu.

Juru bicara Kementerian Tenaga Kerja Kamboja, Sun Mesa, mengatakan lebih dari 750.000 warga Kamboja, termasuk anak-anak, telah pulang ke tanah airnya sejak bentrokan pecah pada 24 Juli lalu. Sun Mesa menerangkan ada sekitar 1,2 juta migran Kamboja telah tinggal dan bekerja di Thailand.

"Mereka merasa tidak aman dan takut di Thailand," ujar dia, seraya menambahkan bahwa ada laporan bahwa para migran Kamboja diserang oleh para gangster.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan pada  Rabu bahwa situasi di sepanjang perbatasan Thailand tetap tenang dan pasukan Kamboja dilaporkan dalam siaga tinggi.

Akibat bentrokan, hampir 300.000 orang mengungsi dari rumah mereka saat kedua belah pihak bertempur dengan mengerahkan jet tempur, roket, dan artileri di sepanjang wilayah perbatasan. AFP/Bernama/TheNation/I-1

  • thailand baht
  • cambodia

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.