Mendag: UMKM Harus Serbu Pasar ASEAN, Jangan Cuma Jualan Lokal!
Kamis, 07 Agu 2025, 23:52 WIBJAKARTA â Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memanfaatkan ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2025 sebagai momentum strategis memperluas penetrasi pasar ekspor di kawasan ASEAN.
Kegiatan yang berlangsung pada 8â10 Agustus ini dinilai menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk menembus pasar digital regional secara lebih terstruktur.
Menurut Mendag, orientasi ekspor harus menjadi visi jangka panjang UMKM agar mampu bersaing di tengah dinamika globalisasi dan integrasi ekonomi kawasan.
Untuk itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem pendukung â termasuk platform digital, logistik, dan perbankan â guna memastikan produk lokal tidak hanya hadir di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global, khususnya ASEAN yang memiliki potensi pasar besar dan kedekatan geografis.
"Kami harap para pelaku UMKM dapat lebih mengenal pasar negara ASEAN. Kita juga perlu mengoptimalkan momentum AOSD 2025 untuk membawa UMKM Indonesia agar lebih dikenal di pasar global," ujar Budi dalam Kick Off dan Sharing Session AOSD 2025 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/8).
Budi menegaskan pentingnya peran niaga elektronik (e-commerce) dalam mendukung ekspor, seperti Shopee dalam memfasilitasi produk UMKM Indonesia, bahkan ke luar kawasan ASEAN.
"Sinergi ini penting dalam mendukung program Kemendag, yaitu UMKM BISA Ekspor. Diharapkan kolaborasi ini dapat terus diperkuat," kata Budi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung program UMKM BISA ekspor.
Sejak 2020, Kemendag telah menjadi Satuan Tugas sekaligus badan pelaksana AOSD. Kemendag juga berperan aktif dalam meningkatkan komitmen perwujudan pemulihan ekonomi kawasan, khususnya melalui e-commerce.
"Kami menekankan pentingnya peran e-commerce dalam meningkatkan pertumbuhan dan daya saing UMKM di Indonesia," jelas Djatmiko.
Nilai ekonomi ASEAN sangat signifikan dan terus tumbuh, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi regional terbesar di dunia. Secara kolektif, PDB Asean pada 2024 mencapai 3,9 triliun dollar AS sehingga menjadikannya sebagai ekonomi terbesar ke-5 di dunia.
Populasi penduduk ASEAN mencapai lebih dari 680 juta jiwa dengan mayoritas berusia produktif sehingga menjadi pasar konsumsi yang besar sekaligus basis produksi yang kuat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
-
Film “Dilan ITB 1997” Rilis Teaser
-
Ramadan Berkah: UMKM Dodol Betawi di Bekasi Banjir Orderan
-
Netflix Konfirmasi Sekuel Film Serial "Peaky Blinders"
-
Pertemuan G7 Akan Bahas Dampak Perang Timur Tengah
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
ASDP Ambon Operasikan Kapal 24 Jam pada H+7 Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.