Cadangan Devisa Sedikit Terkikis, BI Belum Tekan Alarm Bahaya!
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 16:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Rizka Khaerunnisa
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 tetap tinggi di angka 152,0 miliar dolar AS, meski mengalami penurunan tipis dari posisi akhir Juni sebesar 152,6 miliar dolar AS.
Penurunan cadev ini mencerminkan adanya tekanan eksternal, seperti kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.
Meski angkanya masih tergolong kuat, tren penurunan ini patut dicermati lebih lanjut, terutama jika berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, karena dapat mengindikasikan meningkatnya beban eksternal yang harus ditanggung oleh perekonomian domestik.
BI perlu memastikan bahwa cadangan devisa tetap memadai, tidak hanya untuk menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga untuk mendukung ketahanan sektor eksternal secara berkelanjutan.
Sikap optimistis otoritas perlu diiringi transparansi yang lebih besar mengenai penggunaan cadangan tersebut dan langkah-langkah konkret dalam memperkuat posisi neraca pembayaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Perkembangan tersebut, antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/8).
Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ke depan, BI memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal.
Hal itu sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang menarik.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ramdan pula.
Cadangan devisa adalah aset keuangan dalam bentuk valuta asing yang dimiliki dan dikelola oleh bank sentral (di Indonesia: Bank Indonesia) dan digunakan untuk mendukung stabilitas ekonomi suatu negara.
Cadangan ini biasanya terdiri dari mata uang asing (seperti dolar AS, euro, yen); emas; special Drawing Rights (SDR) dari IMF; dan aset luar negeri lainnya yang likuid.
Umumnya, cadangan devisa yang cukup untuk membiayai impor selama 3 bulan atau lebih dianggap aman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!