Banten Kembangkan Ekspor Olahan Kelapa dan Perkuat Fasilitasi UMKM

Kamis, 07 Agu 2025, 23:09 WIB

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten tengah mengembangkan hilirisasi komoditas kelapa untuk meningkatkan nilai tambah ekspor dan memperluas peran daerah sebagai hub ekspor produk olahan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso mengatakan, pengolahan kelapa menjadi serbuk kelapa sebelum dikirim ke luar negeri sedang diprioritaskan.

Ket. Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso. — Sumber: ANTARA

“Selama ini yang diekspor itu kelapa gelondongan. Padahal, di negara tujuan kelapa itu masih diolah lagi menjadi tepung. Maka, kita sedang kembangkan agar sebelum diekspor, kelapa dari Banten sudah dalam bentuk serbuk,” kata Babar di Kota Serang, Banten, Kamis (07/8).

Menurutnya, pendekatan ekspor berbasis produk olahan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelaku UMKM lokal. Selain itu, pengolahan dalam negeri akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat posisi Banten sebagai pusat ekspor.

Ia menambahkan, dalam pengembangan ekspor saat ini, Disperindag Banten tidak lagi berfokus pada lokasi produksi semata, melainkan pada kapasitas daerah menjadi pusat pengumpulan dan pengolahan.

“Kalau kita sudah memproduksi seperti coklat atau kakao, kita tidak lagi melihat kebunnya di mana, tapi bagaimana kita menjadi hub ekspor,” ujar Babar.

Disperindag Banten juga terus memperkuat ekosistem ekspor bagi UMKM dengan membangun jaringan kerja bersama berbagai lembaga dan kementerian.

“Kita punya program export coaching selama 7–8 bulan. Lalu ada sertifikasi, uji laboratorium, kita libatkan BPOM, Bea Cukai, bahkan Balai Karantina Pertanian jika diperlukan,” jelasnya.

Selain pelatihan teknis dan manajerial, pemerintah turut memastikan aspek keberlanjutan ekspor dari sisi perlindungan transaksi.

“Kita fasilitasi sampai tahap pemberangkatan ekspor, bahkan menjamin pembayaran. Karena kasihan kalau sudah ekspor tapi nggak dibayar,” ujar Babar.

Upaya fasilitasi ekspor ini, menurut Babar, adalah bentuk komitmen Pemprov Banten dalam membangun industri berbasis potensi lokal, sekaligus menjadikan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing global.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.