Antisipasi Kecelakaan Laut, Pemkab Lombok Tengah Update Rambu Bahaya di Tempat Wisata.

Selasa, 04 Agu 2026, 05:15 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merencanakan update rambu bahaya di sejumlah tempat wisata dalam mengantisipasi kecelakaan laut bagi wisatawan atau masyarakat.

"Rambu-rambu bahaya di tempat wisata itu telah dipasangkan semua, hanya saja ada yang rusak maupun hilang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lali Muhammad Hatta di Lombok Tengah, Senin.

Ket. Foto: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Lalu Muhammad Hatta di Lombok Tengah, Senin (3/8) — Sumber: Antara Foto

Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang mengusulkan anggaran untuk revitalisasi rambu bahaya di semua tempat wisata di Lombok Tengah, sehingga tidak terjadi kecelakaan.

"Kami segera melakukan update rambu bahaya di tempat wisata tersebut," katanya.

Ia mengatakan peristiwa kecelakaan yang menimpa wisatawan di batu karang di pantai Semeti tersebut bukan hanya kali ini terjadi, namun kawasan tersebut cukup berbahaya bagi wisatawan.

"Kawasan itu cukup berbahaya, karena itu batu karang dan ombaknya cukup besar," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada wisatawan maupun masyarakat untuk tidak pergi ke tempat wisata yang berbahaya, apalagi hanya sekedar untuk selfi atau mengambil video.

"Tempat itu memang cukup ekstrem," katanya.

Ia mengatakan beberapa tempat wisata yang dipasangkan rambu bahaya itu direncanakan di semua destinasi baik itu di kawasan pantai maupun air terjun serta di kawasan wisata buatan.

"Yang jelas kami update di semua tempat wisata, sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan," katanya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan Mataram mengevakuasi empat wisatawan yang jatuh saat berswafoton atau selfie di kawasan Pantai Semeti Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.

"Dari empat korban, satu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika Gde Eka Suarjana di Lombok Tengah, Minggu.

Ia mengatakan peristiwa yang menimpa korban bermula ketika mereka pergi ke Pantai Semeti dan pada, Minggu sekitar pukul 12.00 wita korban atas nama Sabila asal Desa Sekotong, Anisa asal Desa Karang Bakan Kuripan, Dimas dan Fedi asal Pancor Tempos.

"Pada saat selfie korban Sabila terjatuh dari tebing dan terseret ombak dan ketiga rekan mencoba meraih dan menolong korban," katanya.

Selain itu, mereka meminta bantuan kepada orang sekitar dan nelayan setempat untuk membantu menolong korban serta meneruskan informasi tersebut ke Tim SAR Mandalika meminta bantuan.

"Korban berhasil di temukan dan di evakuasi oleh nelayan setempat dan dievakuasi ke Klinik Selong Medical service untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya.

"Korban meninggal dunia atas nama Sabila dan tiga korban lainnya mengalami luka-luka," katanya.

  • Rambu Bahaya

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.