• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tren 'Reusable' di Komunit...

Tren 'Reusable' di Komunitas Anak Muda Jadi Peluang Emas Baru Bagi UMKM

Selasa, 09 Jun 2026, 18:32 WIB

JAKARTA - Meningkatnya penggunaan produk reusable atau produk yang dapat digunakan berulang kali di kalangan anak muda dinilai membuka peluang baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk yang sejalan dengan tren gaya hidup ramah lingkungan.

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CORE) Mohammad Faisal mengatakan tren tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Ket. Foto: Pengunjung memperhatikan produk kerajinan berbahan kayu pada pameran produk UMKM lokal di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (7/6). — Sumber: ANTARA/Basri Marzuki

"Saya melihat peningkatan penggunaan produk reusable di kalangan anak muda ini sebagai salah satu tren awareness dari kalangan yang lebih muda terkait sustainability dan green products," kata Faisal saat dihubungi wartawan, Selasa (9/6).

Menurut dia, meningkatnya kepedulian terhadap isu lingkungan turut memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda, yang kini lebih memilih produk yang dapat digunakan berulang kali dibandingkan produk sekali pakai.

Perubahan preferensi tersebut, lanjutnya, menjadi peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

"Nah ini sebetulnya tentu saja menjadi satu peluang bagi para pelaku usaha Indonesia termasuk di antaranya UMKM lokal yang semestinya mendapatkan manfaat atau berpeluang untuk memanfaatkan tren dari sisi permintaan tersebut," ujarnya.

Faisal menilai UMKM perlu memahami karakteristik konsumen yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam memilih produk. Menurut dia, pelaku usaha masih memiliki peluang untuk masuk ke pasar tersebut melalui produk yang mengandalkan kreativitas, desain, maupun penggunaan bahan baku yang memiliki nilai tambah.

Sementara itu, pengamat UMKM sekaligus Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (AKUMANDIRI) Hermawati Setyorinny menilai tren penggunaan tumbler, tempat makan, dan perlengkapan makan yang dapat digunakan berulang kali dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk mengembangkan berbagai produk ramah lingkungan.

Menurut dia, UMKM dapat menghadirkan produk reusable berbahan bambu, kayu, maupun material lain yang mendukung upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

"Peluangnya bisa membuat tumbler, tempat makan yang bisa dibawa sendiri, atau perlengkapan makan yang dapat digunakan berulang kali," katanya.

Hermawati menambahkan pelaku UMKM juga perlu memperkuat inovasi dan pemasaran agar mampu menangkap peluang dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang lebih berkelanjutan.

Ia menilai tren tersebut merupakan perkembangan positif yang dapat menciptakan pasar baru bagi UMKM seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

"Ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan gaya hidup konsumen saat ini," ujar Hermawati. Ant

  • Tren "Reusable"

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.