Program Sekolah Gratis di Banten Angkat Minat Siswa ke SMK Swasta

Selasa, 21 Jul 2026, 13:28 WIB

SERANG – Program Sekolah Gratis yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terbukti efektif mengangkat minat masyarakat menyekolahkan anaknya ke institusi pendidikan swasta, salah satunya terlihat dari lonjakan pendaftar di SMK PGRI Pandeglang.

Kepala SMK PGRI Pandeglang Lili Kholili, melalui keterangannya di Serang, Selasa (21/7), mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut melonjak tajam setelah kebijakan bebas biaya pendidikan ini diterapkan.

Ket. Foto: Gubernur Banten Andra Soni, saat mengunjui SMK PGRI Pandeglang, Banten. — Sumber: ANTARA

"Pada tahun ajaran 2024/2025 sebelum program berjalan, kami hanya mampu menjaring 100 siswa baru. Namun, setelah program diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah pendaftar meningkat pesat menjadi 180 siswa yang terbagi dalam lima rombongan belajar," kata Lili.

Bahkan, ia menambahkan, pada pendaftaran tahun ajaran 2026/2027 saat ini, berkat adanya renovasi ruang kelas, pihaknya menyatakan siap menampung hingga delapan rombongan belajar guna memenuhi tingginya antusiasme warga.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut orang tua kini hanya perlu memikirkan biaya seragam sekolah. Seluruh biaya operasional ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Banten. Bantuan dana untuk institusi swasta ini juga meningkat, dari sebelumnya mengandalkan uang sekolah Rp100.000 per siswa menjadi Rp200.000 per siswa.

"Pengelolaannya mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 15 Tahun 2025. Untuk sekolah swasta, dana ini dialokasikan untuk komponen gaji guru, kegiatan siswa, serta pemeliharaan bangunan gedung," ujar Lili menjelaskan tentang sekolah yang berdiri sejak 1978 tersebut.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni, mengatakan bahwa program ini lahir agar tidak ada lagi anak di Banten yang putus sekolah atau terhambat masa depannya akibat kendala biaya pendidikan.

Andra turut membagikan pengalaman pribadinya pada masa lalu yang sempat kesulitan membayar uang sekolah, hingga melihat rekan yang ijazah nya ditahan karena masalah administrasi.

"Kekhawatiran tidak boleh ikut ulangan atau ijazah ditahan inilah yang menjadi dorongan kuat bagi saya untuk meluncurkan Program Sekolah Gratis di Provinsi Banten," tuturnya.

Di hadapan para siswa, Gubernur berpesan agar mereka memanfaatkan kesempatan belajar gratis ini dengan bersungguh-sungguh, menghormati guru, serta menjauhi hal-hal negatif.

"Pemerintah membiayai anak-anak untuk bersekolah, bukan untuk tawuran. Aktualisasikan diri kalian lewat kegiatan positif dan berhati-hatilah dalam bermedia sosial, jangan mudah terpengaruh tren," tegas Andra.

Andra juga menitipkan pesan khusus kepada jajaran guru dan pengelola sekolah agar senantiasa mengelola anggaran program gratis ini secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi, guna mencetak generasi muda Banten yang tangguh dan adaptif.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.