Pagelaran Sabang Merauke Latihan Gabungan Musik di Jakarta
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 17:09 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO
JAKARTA - Pagelaran Sabang Meraukemengangkat tema “Hikayat Nusantara” yang menyatukan cerita rakyat dari berbagai penjuru Indonesia melalui musik, tarian, dan visual panggung. Musik menjadi salah satu elemen utama yang menghidupkan alur cerita dalam bentuk narasi musikal, dengan pendekatan sinematik dan tematik.
Proses penggarapan musik dilakukan melalui kolaborasi lintas genre dan generasi, memadukan unsur modern dan tradisional. Komposer Elwin Hendrijanto bertindak sebagai direktur musik, didukung oleh Avip Priatna sebagai konduktor, dan Dunung Basuki sebagai penanggung jawab musik tradisional.
Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara” ini menggelar latihan gabungan musik pada 3 dan 4 Agustus 2025 di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, sebagai persiapan menjelang pementasan utama pada akhir Agustus.
Dikutip dari rilis pers, Rabu (6/8), latihan tersebut mempertemukan sejumlah unsur musikal dalam satu ruang, melibatkan Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, penyanyi nasional, serta para musisi tradisional dari berbagai daerah.
"Seluruh komposisi musik dirancang melalui pendekatan sinematik dan tematik, menghadirkan karakter dan emosi background yang kuat di setiap adegan melalui aransemen yang tidak hanya megah, namun juga relevan dengan perkembangan tren musik saat ini," ujar Sutradara Pagelaran Sabang Merauke Memed.
Sebaiknya Anda baca juga:
Elwin Hendrijanto menyampaikan terdapat 31 karya musik yang ditampilkan dalam pagelaran ini, terdiri atas 28 lagu nasional dan daerah serta tiga komposisi transisi antarbabak.
Pemilihan lagu dilakukan melalui proses kurasi oleh tim artistik, termasuk eksekutif produser, sutradara, direktur musik, dan konduktor, dengan mempertimbangkan nilai budaya, kesinambungan cerita, serta potensi eksplorasi aransemen dan koreografi.
Dia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan musisi tradisional dari berbagai wilayah menjadi tantangan sekaligus pengalaman kreatif yang memperkaya komposisi musik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa contoh pengolahan musik antara lain lagu “Rambadia” dari Sumatera Utara yang menghadirkan suasana pesta Batak, “Padang Bulan” dari Jawa Tengah yang membawa nuansa nostalgia, dan “Mahadewi” dari Yogyakarta yang diaransemen secara spontan berdasarkan gerakan tari.
Musik Karungut dari Kalimantan juga dikembangkan dalam format orkestra tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya.
Komposisi orisinal bertajuk “Lantunan Satu Bangsa” menjadi benang merah musikal yang menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman budaya.
Beberapa lagu lain seperti “Sajojo” dari Papua, “Injit-Injit Semut” dari Jambi, dan “Benggong” dari Nusa Tenggara Timur juga akan ditampilkan dalam aransemen baru.
Batavia Madrigal Singers, Jakarta Concert Orchestra, dan The Resonanz Children’s Choir menjadi bagian penting dari kekuatan musikal pagelaran ini. Total 60 musisi orkestra, 60 penyanyi dewasa, dan 32 penyanyi anak-anak dilibatkan. Para penyanyi tidak hanya bernyanyi tetapi juga menampilkan koreografi di atas panggung.
Proses kreatif musik juga melibatkan sejumlah musisi muda, seperti Renardi Effendi, Fero Aldiansya, Caitlin Wiranata, Jefta Mikola, Stefani Leoni, Stefany Chandra, dan Jeremy Aditya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!