Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anggota DPR Nilai Kurikulum AI Juga Perlu Diterapkan di Pesantren

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 12:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota DPR Nilai Kurikulum AI Juga Perlu Diterapkan di Pesantren Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Khusus Bidang Kerukunan Beragama Kemenko PMK Ulun Nuha menyampaikan pentingnya transformasi digital pada kick off program Smart Pesantren di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025).

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly menilai pemerintah perlu pula memasukkan kurikulum kecerdasan buatan (AI) dan koding ke pesantren, tidak terbatas pada sekolah umum.

Menurut Andi, langkah memasukkan pula kurikulum AI dan koding ke pesantren berperan mencegah terjadinya ketimpangan kompetensi digital anak bangsa pada masa depan.

“Pemerintah jangan sampai abai terhadap lembaga pendidikan pesantren. Jika kurikulum AI dan koding hanya diberikan di sekolah umum, maka akan terjadi ketimpangan kompetensi digital di masa depan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (06/8).

Andi pun menilai pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman juga perlu dilibatkan secara aktif dalam transformasi pendidikan digital. Ia mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan teknologi yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag) menyusun peta jalan integrasi kurikulum AI dan koding ke dalam jenjang pendidikan pesantren.

“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus dibekali tidak hanya ilmu agama, tapi juga kemampuan abad 21. AI dan koding adalah bahasa baru dunia kerja dan pengetahuan global. Jika santri tidak disiapkan dari sekarang, kita akan kehilangan peluang besar,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar penyusunan kurikulum AI dan koding di pesantren dilakukan secara bertahap dan kontekstual. Berikutnya, kata dia, diperlukan pula pelatihan bagi para guru pesantren serta penyediaan infrastruktur teknologi sebagai prasyarat penerapan kurikulum tersebut.

Andi menegaskan revolusi digital tidak boleh meninggalkan pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan nasional.

“Jangan sampai transformasi digital justru menciptakan kesenjangan baru. Pemerintah wajib hadir untuk memastikan seluruh anak bangsa, termasuk santri, mendapat kesempatan yang setara untuk tumbuh dan bersaing di era teknologi ini,” kata Andi Muawiyah Ramly.

Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar telah mengungkapkan rencana untuk ikut menerapkan pelajaran kecerdasan buatan dan koding di madrasah dan pondok pesantren.

Menurutnya, langkah itu perlu ditempuh untuk memastikan tidak ada perbedaan antara sekolah di bawah naungan Kemenag dengan sekolah di bawah Kemendikdasmen.

"Jadi kalau di sana canggih, di sini pun juga harus canggih," kata Menag Nasaruddin Umar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

51 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.