Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sambut Menteri Australia, Uskup Agung Suharyo Soroti Kerukunan Beragama di Indonesia

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 08:33 WIB | Oleh:
Sambut Menteri Australia, Uskup Agung Suharyo Soroti Kerukunan Beragama di Indonesia Doc: Antara
Ket. (Kiri-kanan) Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier, Uskup Agung Ignatius Suharyo, Menteri Pembangunan sekaligus Multikultural Australia Anne Aly, dan Wakil Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Romo Thomas Ulun Ismoyo di Gereja Katedral Jakarta

JAKARTA - Uskup Agung Indonesia Ignatius Suharyo menyoroti kerukunan antar umat beragama di Indonesia saat menyambut kunjungan Menteri Pembangunan sekaligus Multikultural Australia Anne Aly ke Gereja Katedral Jakarta, pada Senin (4/8).

"Lambangnya memang Masjid dan Gereja, tetapi itu harmoni bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku, banyak bahasa, banyak agama dan sebagainya," kata Uskup Suharyo setelah menyambut kunjungan Menteri Anne di Gereja Katedral, Senin (4/8).

Uskup Suharyo mengatakan bahwa saat menerima kunjungan Menteri Anne, dirinya menceritakan bagaimana Masjid Istiqlal didirikan berdekatan dengan Gereja Katedral.

Dia mengatakan bahwa secara historis, Masjid Istiqlal didirikan oleh Presiden Soekarno karena dua alasan. Alasan pertama adalah untuk menghapus memori kolonialisme di mana Masjid Istiqlal saat ini berada.

Alasan kedua adalah agar Masjid Istiqlal berdekatan dengan Gereja Katedral, sebagai simbol cita-cita bangsa Indonesia untuk memastikan kehidupan yang rukun dan harmoni di antara umat beragama.

Simbolisasi tersebut, katanya, disempurnakan dengan dibangunnya Terowongan Silaturahmi yang diresmikan pada 12 Desember tahun lalu.

"Jadi, ini menyempurnakan simbolik itu. Ini bukan hanya jalan untuk lewat, menyeberang, tetapi ada simbol-simbol. Nah, diharapkan terowongan ini menjadi tempat edukasi. Edukasi untuk toleransi, edukasi untuk kesadaran sebagai bangsa, sebagai warga negara," demikian katanya.

Sebelum mengunjungi Gereja Katedral, Menteri Anne terlebih dahulu mengunjungi Masjid Istiqlal dan menyerahkan koleksi buku-buku Australia ke Pojok Baca Australia (Australian Reading Corner) di Perpustakaan Masjid Istiqlal.

Buku-buku yang diserahkan ke perpustakaan meliputi buku-buku tentang budaya Australia, sejarah Muslim Australia, serta kehidupan multikultural dan keberagaman di Australia.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung hubungan antar-umat beragama Australia-Indonesia dan meningkatkan pemahaman lintas budaya kedua negara melalui ratusan koleksi buku-buku tersebut.

Selain menyerahkan koleksi buku-buku tersebut, Menteri Anne juga berbincang-bincang dengan anak-anak dari Madrasah Masjid Istiqlal, menabuh bedug, dan menyeberangi Jembatan Silaturahmi yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Menteri Anne, yang juga merupakan menteri perempuan Muslim pertama Australia, juga melaksanakan ibadah shalat sunah di Masjid Istiqlal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.