Alhamdulillah, Dengan Getok Tular Jatim Diserbu PMA Padat Karya
📅 Selasa, 05 Agu 2025, 17:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jawa Timur, Dyah Wahyu Ernawati, pada Selasa (5/8), mengungkapkan bahwa pada semester satu tahun ini Jatim bagian barat banyak diminati oleh investasi usaha padat karya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, perkembangan tersebut membantu pemenuhan target investasi tahun 2025 di Jatim hingga 50 persen dari total target 147 triliun rupiah. "Kita saat ini semester satu sudah mendapatkan 74,5 triliun, mudah - mudahan memenuhi target," ujarnya usai mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menerima Menteri Pembangunan Internasional sekaligus Menteri Multikulturalisme dan Menteri UKM untuk Australia, Anne Aly di Surabaya."Ini karena banyak investor-investor dari negara asing itu lebih banyak ke padat karya, terutama di Jawa Timur bagian barat. Seperti sepatu, mainan, kemudian alat-alat makanan, alas kaki dengan orientasi ekspor."Dyah menyebutkan, saat ini Jawa Timur tengah memulai langkah-langkah pemerataan pembangunan investasi. "Karena banyak pembangunan kawasan-kawasan industri yang baru. Dan semua bupati sudah sepakat menandatangani investasi yang inklusif dan berkelanjutan, bebas premanisme.""Tujuannya adalah menggaet dan memberi kenyamanan pada investor," ujarnya Ia menambahkan, untuk mencapai target investasi yang ditetapkan, pihaknya akan merangsang investor dengan berbagai insentif. "Strateginya kita banyak-banyak memberi fasilitas kepada perusahaan yang sudah berdiri, jadi after care. Karena ternyata banyak perusahaan yang meningkat ini PMDN yang sudah lama (berdiri) dan mereka bisa menjadi words of mouth (getok tular) bagi perusahaan asing," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!