Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komnas HAM Papua Siapkan 26 Orang Lakukan Pemantauan PSU Pilkada

📅 Senin, 04 Agu 2025, 21:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas HAM Papua Siapkan 26 Orang Lakukan Pemantauan PSU Pilkada Doc: ANTARA
Ket. Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey (kedua kiri) saat memberikan arahan kepada tim pemantauan PSU pilkada Papua di Jayapura, Senin (4/8/2025).

JAYAPURA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menyiapkan sebanyak 26 orang untuk melakukan pemantauan proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, di Jayapura, Senin (04/8), mengatakan tim ini akan melaksanakan pemantauan PSU pada 5–7 Agustus 2025 di mana wilayah yang menjadi fokus ialah Kota/Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom dan untuk daerah lain pihaknya tetap berkomunikasi dengan para mitra.

"Selain itu, pemantauan proaktif melalui media massa juga akan terus dilakukan di mana kami akan melakukan verifikasi terhadap pemberitaan di media mainstream berdasarkan laporan kejadian," katanya.

Menurut Ramandey, inti dari pelaksanaan pemantauan PSU yang dilakukan oleh Komnas HAM ialah ingin memberikan pesan kepada pihak penyelenggara, pengawasan, pemerintah daerah dan peserta yakni dua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua untuk bersama-sama mewujudkan PSU yang damai dan ramah HAM.

"Karena itu mendorong netralitas sangat penting jangan mengintimidasi masyarakat sehingga proses ini berjalan baik dan jangan sampai ada PSU lagi untuk itu semua harus menghormati proses dan harus menerima hasil," ujarnya.

Dia menjelaskan pada 5 Agustus 2025 tim ini akan fokus memantau semua persiapan penyelenggara teknis di setiap tempat pemungutan suara (tps) termasuk pendistribusian logistik.

"Kemudian pada 6 Agustus 2025, kami akan fokus untuk proses pemungutan suara dan perhitungan suara sekaligus melihat angka partisipasi pemilih saat PSU," katanya.

Dia menambahkan sementara pada 7 Agustus 2025 pihaknya ingin melihat ada atau tidak orang yang bermasalah dengan hukum dan ditindak oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Dan tim investigasi juga akan memantau tps yang ramah terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.