Alami Penurunan Pendengaran? Ini dia Tindakannya
📅 Minggu, 03 Agu 2025, 18:50 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA – Gendang telinga atau membran timpani adalah struktur tipis yang berfungsi menerima gelombang suara dari luar dan meneruskannya ke telinga tengah. Ketika gendang telinga bermasalah, pendengaran dapat terganggu.
Bagi yang sedang mengalami penurunan pendengaran, telinga berdenging, atau adanya cairan yang keluar dari telinga perlu waspada. Pasalnya kondisi ini bisa jadi indikasi perforasi membran timpani atau adanya lubang pada gendang telinga.
“Salah satu masalah yang umum terjadi adalah perforasi membran timpani, yakni adanya robekan atau lubang pada lapisan tipis yang memisahkan saluran telinga dari telinga tengah,” kata dr. Ashadi Budi, Sp. T.H.T.B.K.L, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher RS Pondok Indah – Bintaro Jaya di Jakarta pada hari Selasa (29/7).
Perforasi Membran Timpani/Gendang Telinga Berlubang
Lubang pada gendang telinga sering kali disebabkan oleh infeksi kronis, trauma, atau barotrauma yaitu cedera yang terjadi akibat perubahan tekanan udara secara mendadak. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan pendengaran, risiko
Sebaiknya Anda baca juga:
infeksi berulang, hingga gangguan dalam berkomunikasi. Hal-hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, sebaiknya perlu waspada jika mengalami beberapa gejala gendang telinga berlubang.
Beberapa gejalanya adalah terjadi penurunan atau kehilangan pendengaran, terasa berdering di telinga (tinnitus), adanya cairan yang keluar dari telinga, nyeri telinga yang sangat tajam dan terjadi secara mendadak, ada sensasi berputar (vertigo), pusing, dan mual atau muntah akibat vertigo.
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK).
Ketika gendang telinga berlubang tidak segera ditangani, maka tidak ada lagi penghalang masuknya kuman dari luar ke telinga bagian dalam. Hal ini dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada telinga tengah bernama otitis media supuratif kronik (OMSK) atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘congek.’
“Kondisi ini ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga secara terus-menerus atau hilang timbul. Jika tidak ditangani dengan baik, OMSK dapat menyebabkan gangguan pendengaran, bahkan komplikasi lainnya,” kata dr. Ashadi.
Penangan dengan Timpanoplasti
Timpanoplasti merupakan tindakan untuk menutup lubang pada gendang telinga (dengan atau tanpa rekonstruksi tulang pendengaran). Prosedur bedah minimal invasif ini bertujuan memperbaiki gendang telinga, mengembalikan fungsi pendengaran secara optimal, dan mencegah terjadinya infeksi.
Ia menerangkan, sebelum menjalani tindakan timpanoplasti, pasien akan diarahkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan audiometri dan CT scan jika diperlukan. Selain itu, pasien juga akan diminta untuk berpuasa dan menghentikan obat tertentu sebelum tindakan operasi.
“Proses tindakan timpanoplasti melibatkan beberapa tahapan, diawali dengan penggunaan anestesi umum, dilanjutkan dengan pengambilan jaringan cangkok dari sekitar telinga, kemudian proses penambalan lubang melalui liang telinga atau dengan sayatan kecil,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!