Tidak Adanya Ruang Laktasi di Tempat Kerja Sebabkan Malnutrisi pada Anak
📅 Sabtu, 02 Agu 2025, 17:05 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: BMHS
JAKARTA – Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mencatat lebih dari 60 % Ibu bekerja mengalami kesulitan mempertahankan pemberian ASI setelah kembali bekerja. Hal ini terutama akibat tidak tersedianya ruang laktasi di tempat kerja.
Temuan Health Collaborative Center (HCC) juga menunjukkan bahwa ibu bekerja yang tidak memiliki akses ruang laktasi berisiko lebih tinggi memiliki anak dengan malnutrisi. Ibu dengan akses ruang laktasi lebih mampu mempertahankan pemberian ASI eksklusif, daripada ibu tanpa akses memiliki risiko empat kali lebih tinggi mengalami malnutrisi. Sebanyak 88,3 persen ibu pengguna ruang laktasi melaporkan produksi ASI yang mencukupi kebutuhan anak mereka.
Guna memperkuat komitmen untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membangun support system bagi Ibu, PT Bundamedik Tbk (BMHS) menyelenggarakan Bunda Parenting Convention di Jakarta pada hari Sabtu (2/08). Acara diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional sekaligus World Breastfeeding Week 2025 yang berlangsung pada 1 – 7 Agustus 2025 dengan tema “Prioritise Breastfeeding: Creating Sustainable Support Systems.”
Kegiatan tersebut merupakan forum advokasi dan edukasi yang mempertemukan para ibu dan komunitas support system ibu seperti ayah, pengelola daycare hingga manajemen perkantoran dengan para tenaga kesehatan profesional dari jaringan RS Bunda Group.
Selain menghadirkan edukasi seputar pengasuhan dan kesehatan anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), acara ini juga menjadi momen penting untuk memperluas dampak positif penyediaan fasilitas menyusui seperti ruang laktasi melalui edukasi dan pendampingan kepada manajemen perkantoran di sekitar jaringan RS Bunda Group berada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Support system bagi Ibu menyusui dari keluarga, teman, lingkungan kerja hingga tenaga kesehatan sangatlah penting, agar Ibu dapat memberikan ASI secara optimal. Temuan Health Collaborative Center (HCC) juga menunjukkan bahwa ibu bekerja yang tidak memiliki akses ruang laktasi berisiko lebih tinggi memiliki anak dengan malnutrisi.
“BMHS percaya bahwa dukungan nyata bagi Ibu menyusui, baik dari keluarga, lingkungan kerja, maupun tenaga kesehatan adalah fondasi penting dalam memastikan tumbuh kembang optimal anak di masa depan,” kata President Director PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono, melalui siaran pers pada hari Sabtu (2/8).
Bunda Parenting Convention adalah wujud komitmen BHMS dalam mendukung keluarga Indonesia membangun ekosistem menyeluruh yang lebih ramah bagi Ibu. Lembaga ini melalui jaringan RS Bunda Group, memiliki komitmen kuat untuk mendukung pemenuhan hak menyusui bagi ibu dan anak melalui advokasi, edukasi, pendampingan hingga mendorong penyediaan fasilitas seperti dengan adanya ruang laktasi di ruang publik dan perkantoran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dukungan ini tidak hanya diberikan kepada pasien RS Bunda Group, tetapi juga untuk karyawan BMHS,” tambah Agus.
Komitmen tersebut sudah diimplementasikan melalui penyediaan fasilitas dan ruang laktasi di seluruh jaringan RS Bunda Group. Tidak hanya memberikan fasilitas, BMHS juga menerapkan kebijakan untuk mendukung Ibu menyusui agar tetap bisa memerah ASI tanpa mengganggu tanggung jawab professional mereka.
Chief of Medical, Nursing & Quality Officer PT Bundamedik Tbk dr. Elizabeth M. H.Kes., menyampaikan, penyediaan ruang laktasi di tempat kerja bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan ibu menyusui, melainkan juga menyangkut hak anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik.
“ASI sendiri telah diakui sebagai nutrisi sempurna yang juga membentuk ikatan emosional kuat antara ibu dan anak, sehingga berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik, perkembangan emosional, dan kecerdasan anak di masa depan. Ini selaras dengan fokus kami untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga besar BMHS sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan RS Bunda Group,” ungkapnya.
dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS atau yang akrab disapa dr. Tiwi - Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, program ruang laktasi BMHS adalah bentuk nyata dari sistem dukungan menyusui yang berhasil. ASI eksklusif selama 6 bulan bukanlah pilihan, tapi kebutuhan dasar setiap anak. ASI adalah nutrisi sempurna, perlindungan alami, dan jembatan penting dalam membangun ikatan (bonding) antara ibu dan anak.
“Bonding yang kuat sejak awal kehidupan terbukti menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional, kecerdasan, dan kesehatan jangka panjang. Ketika kita mendukung ibu untuk menyusui, ini berarti kita sedang membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia,” tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!