Peta Kependudukan: Fondasi Utama Menuju Indonesia Emas
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIPeKB kini genap 18 tahun. Ini berarti di IPeKB sudah tidak lagi anak-anak. Sudah beranjak ke usia dewasa. Berarti pelayanannya juga sudah semakin dewasa lagi untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga Indonesia. Ini tentu saja IPeKB menjadi sangat luar biasa untuk Kemendukbangga/BKKBN karena IPeKB adalah rumah bagi 18 ribu penyuluh KB dan petugas lapangan KB yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam setiap langkah besar pembangunan bangsa selalu ada garda terdepan yang bekerja dalam senyap. Ini adalah apa yang dilakukan oleh Ibu/Bapak sekalian. Dampaknya luar biasa besar bagi bangsa ini.
Para penyuluh KB yang setiap hari hadir menyapa keluarga-keluarga di Indonesia. Kehadirannya bukan saja membawa informasi, melainkan turut membawa harapan dan semangat bagi keluarga Indonesia.
Kenapa disebut sebagai pilar, karena tidak akan ada sumber daya manusia yang tangguh tanpa keluarga yang tangguh. Dan, tidak akan ada keluarga yang tangguh tanpa kehadiran penyuluh dan petugas lapangan KB yang luar biasa. Penyuluh KB bukan sekadar penyampaian informasi, tapi juga mentor, penggerak sosial, sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan yang dimulai ditanamkan sejak dalam keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kami minta para penyuluh KB untuk terus menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program prioritas pemerintah. Dia secara khusus menggarisbawahi enam program prioritas pemerintah yang sudah diluncurkan secara bertahap oleh Presiden Prabowo Subianto. Keenam prioritas tersebut meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih, Swasembada Pangan, dan Perumahan Terjangkau.
Apakah Kemendukbangga sudah menjalankan semua program Prabowo?
Kemendukbangga sudah melaksanakan seluruh mandat yang diberikan Istana. Seperti penurunan prevalensi stunting yang menjadi tugas BKKBN sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Merujuk hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, saat ini prevalensi stunting Indonesia berada pada angka 19,8 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka 19,8 persen ini berarti untuk kali pertama prevalensi stunting Indonesia di bawah 20 persen. Ini salah satu bukti hasil kerja keras Kemendukbangga/BKKBN, termasuk di dalamnya para penyuluh KB, dalam menjalankan tugas prioritas dari Presiden. Kami optimistis prevalensi stunting akan terus menurun sejalan dengan kebijakan baru Bapak Presiden tentang MBG.
Apa peran Kemendukbangga dalam menyukseskan program MBG ini?
MBG, tidak hanya menyasar anak sekolah. Presiden sudah memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemendukbangga untuk turut menyediakan kuota MBG yang diperuntukkan bagi ibu hamil ibu menyusui, dan anak-anak di bawah lima tahun (Balita) nonpendidikan anak usia dini (Non-PAUD).
Sejalan dengan itu, BGN dan Kemendukbangga sudah menandatangani kesepahaman untuk menyalurkan MBG kuota khusus tadi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD oleh para petugas lini lapangan Kemendukbangga/BKKBN.
Salah satu yang menjadi tugas utama dari para penyuluh KB, kader-kader KB, tim pendamping keluarga (TPK) adalah bagaimana memastikan program MBG ini dapat berjalan dengan sukses. Karena, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, khususnya di bawah usia dua tahun (Baduta), menjadi sangat penting dan krusial untuk program pencegahan stunting.
Pencegahan stunting memiliki periode paling krusial pada 1000 hari pertama kehidupan. Hitungan 1000 hari pertama kehidupan terjadi pada sejak bayi berada dalam kandungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!