Jakarta Catat Realisasi Investasi Rp140,8 Triliun pada Semester I 2025, Terus Gaungkan Daya Tarik sebagai Kota Global Berbudaya
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 14:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kembali posisinya sebagai pusat investasi nasional dengan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp140,8 triliun sepanjang Semester I Tahun 2025. Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, capaian tersebut setara dengan 14,9% dari total realisasi investasi nasional dalam periode yang sama.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, menyebut bahwa pada Triwulan II saja, Jakarta meraih realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tertinggi secara nasional sebesar Rp48,2 triliun atau 17,5% dari total nasional. Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA), Jakarta mencatat USD1,4 miliar atau menyumbang 11,3% dari total nasional.
“Jakarta mencatatkan Realisasi PMDN tertinggi nasional, membuktikan bahwa Jakarta memiliki daya saing, infrastruktur, dan iklim usaha yang mendukung tumbuhnya investasi, dan ini semua tentu tidak terlepas dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung agar seluruh jajarannya terus melakukan berbagai inovasi guna menjadikan Jakarta, kota global yang berbudaya dan ramah investasi,” ujar Heru dalam pernyataan tertulis, Kamis (31/7/2025).
Heru menjelaskan bahwa total realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan II 2025 mencapai Rp71,1 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp62,0 triliun, menandakan tren positif dari kepercayaan investor terhadap Jakarta.
Komitmen untuk terus meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota global juga ditunjukkan melalui strategi jemput bola investasi lewat program Rancang Potensi Investasi (RPI). Program ini digagas oleh Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) yang berada di bawah DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, dengan pendekatan proaktif untuk memetakan, mengemas, dan mempromosikan kawasan-kawasan potensial kepada calon investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami melakukan jemput bola. Melalui konsep Rancang Potensi Investasi, calon investor diberitahu langsung secara eksplisit terkait peluang investasi yang tersedia pada berbagai kawasan, dimana mungkin sebelumnya belum terpikirkan oleh mereka bahwa kawasan-kawasan tersebut bisa dikembangkan sedemikian rupa,” kata Kepala UP JIC, Tona Hutauruk, dalam siaran podcast Rabu Belajar yang disiarkan dari Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Tona menjelaskan bahwa pendekatan RPI bertujuan mempertemukan investor dengan pemilik aset melalui fasilitasi menyeluruh hingga tercapai kesepakatan investasi. Proses ini dilengkapi dengan layanan aftercare seperti konsultasi izin, kunjungan lokasi, hingga penyusunan kebutuhan pendukung lainnya.
Selain memicu investasi, metode RPI juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kawasan-kawasan yang tidak produktif. Sejauh ini, telah dipetakan 13 kawasan tematik di seluruh wilayah Jakarta, mencakup tidak hanya wilayah pusat dan selatan, tetapi juga area lain yang memiliki potensi pengembangan beragam sesuai karakteristik lokalnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pemerintah berusaha menjadi lebih proaktif. Jadi, bukan lagi pemerintah duduk di belakang meja menunggu permohonan dari investor. Tapi sebaliknya, kita yang merancang, menganalisis, dan meyakinkan para calon investor bagaimana karakteristik lokasi-lokasi tertentu ternyata bisa memberikan peluang dan potensi investasi yang sama-sama dapat menguntungkan bagi pemerintah, warga, dan juga pelaku usaha,” papar Tona.
Dengan metode RPI, pembangunan kawasan menjadi lebih terkoordinasi antara sektor swasta dan pemerintah, sekaligus menjamin keberlanjutan infrastruktur serta fasilitas publik. Pemprov DKI Jakarta berharap strategi ini mampu memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang inklusif, efisien, serta memberikan manfaat nyata bagi warga kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!