- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kanada Akui Palestina, Tru...
Kanada Akui Palestina, Trump Ancam Hubungan Dagang
Kamis, 31 Jul 2025, 18:55 WIBIstanbul - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Kanada bahwa kesepakatan dagang akan menjadi âsangat sulitâ setelah Ottawa mengumumkan dukungannya terhadap kenegaraan Palestina.
âWow! Kanada baru saja mengumumkan dukungannya terhadap negara Palestina. Itu akan membuat sangat sulit bagi kami untuk mencapai kesepakatan dagang dengan mereka. Oh, Kanada!!!â tulis Trump di platform Truth Social pada Kamis (31/7).
Pernyataan Trump muncul setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan pada Rabu bahwa negaranya akan mengakui Palestina sebagai negara pada September, di tengah situasi kemanusiaan yang disebutnya "tidak tertahankan" di Jalur Gaza.
"Kanada bermaksud mengakui negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB ke-80 pada September 2025,â kata Carney dalam konferensi pers di Ottawa setelah memimpin rapat kabinet virtual.
âKanada telah lama berkomitmen terhadap solusi dua negara, sebuah negara Palestina yang merdeka, layak huni, dan berdaulat, yang hidup berdampingan dengan Negara Israel secara damai dan aman,â ucapnya menambahkan.
Carney menegaskan bahwa rencana Kanada mengakui Palestina didasarkan pada komitmen Otoritas Palestina untuk melakukan reformasi yang sangat dibutuhkan.
Dia juga berjanji bahwa Kanada akan meningkatkan upaya untuk mendukung tata kelola demokratis yang kuat di Palestina dan kontribusi rakyatnya bagi bagi masa depan yang lebih damai dan penuh harapan.
âSetiap jalan menuju perdamaian abadi bagi Israel juga membutuhkan negara Palestina yang layak dan stabil,â tambahnya.
Carney juga menekankan bahwa tingkat penderitaan manusia di Gaza sudah tidak dapat ditoleransi dan kondisinya memburuk dengan sangat cepat.
âKanada mengutuk fakta bahwa pemerintah Israel telah membiarkan situasi di Gaza memburuk,â ucap dia.
Ia turut menekankan bahwa prospek solusi dua negara telah terkikis secara serius dan terus-menerus, akibat percepatan pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.
Lalu, diperparah dengan kekerasan oleh pemukim ilegal Israel dan langkah-langkah legislatif seperti pemungutan suara baru-baru ini di Knesset yang menyerukan aneksasi Tepi Barat.
- hubungan dagang
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenkeu Berniat Gelar Tabayyun dengan MUI Mengenai Pajak
-
Prabowo Awali Agenda di Washington DC dengan Temui Komunitas Bisnis AS
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Kurangi Konsumsi Diesel, Segera Konversi PLTD ke PLTS+BESS
-
Target Ambisius: Pemerintah Kebut Pembangunan 33 PLTSa, Dimulai dari 7 Proyek pada 2026
-
Pemkab Penajam Usulkan 168 Km Jalan Sepaku Dilimpahkan ke Otorita Ibu Kota Nusantara agar Perbaikan Infrastruktur Dipercepat
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.