Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
Jumat, 03 Apr 2026, 16:47 WIBTanjung Selor, Kaltara -- Keuskupan Tanjung Selor, menyelenggarakan rangkaian ibadah Hari Raya Paskah tahun 2026, salah satunya memvisualisasikan jalan salib atau tablo di Gereja Katedral Santa Maria Assumpta, Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).
âYang tadi kita peringati itu adalah peristiwa penyaliban. Kemarin, hari Kamis itu peristiwa perjamuan terakhir di mana Yesus mewariskan apa yang setiap minggu orang Katolik rayakan yaitu perayaan ekaristi,â ujar Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Paulinus Yan Olla, di Tanjung Selor, Jumat.
Visualisasi peristiwa penyaliban yang menceritakan kisah sengsara Yesus Kristus dan diperankan oleh orang muda Katolik (OMK) itu dilaksanakan sebagai bagian peringatan Jumat Agung.
âJumat Agung itu sebenarnya rangkaian yang dihubungkan dari sejak hari Minggu lalu yang disebut Minggu Palma, di mana kita masuk dalam pekan suci ada tiga hari berturut-turut mulai hari Kamis malam, hari Jumat, Sabtu dan Minggu itu semua menjadi rangkaian untuk perayaan Paskah di dalam Gereja Katolik,â terangnya.
Kenapa ada visualisasi dan drama, katanya, itu dimaksudkan supaya kasih Allah itu bukan sesuatu yang abstrak, tetapi diperlihatkan bahwa itu menjadi suatu perjuangan yang konkret.
Di mana, lanjutnya, Yesus berjuang mewakili manusia yang jatuh di dalam segala kedosaannya tetapi kalah solider di sana dan dalam solidaritas itu dia masuk di dalam peristiwa yang paling malang dalam hidup manusia yaitu dosa dan kematian. Maka seluruh hari Jumat ini diarahkan untuk menghayati misteri itu.
âSore nanti itu ada ibadah yang khusus sebagai ungkapan kasih yang mendalam karena wafat Yesus, lalu orang mencium salip sebagai tanda bahwa ini kasih yang sesungguhnya itu dibalas,â katanya.
âDan biasanya orang menyisihkan uang untuk dikolektifkan nanti dikirim ke tanah suci, ke Palestina, untuk bantu orang-orang di sana dan juga pembangunan situs-situs suci yang ada di Yerusalem,â jelasnya.
Ini, lanjutnyai, menjadi ungkapan solidaritas juga yang sifatnya internasional. Jadi yang hasil yang dikumpulkan di Kaltara akan dikirim melalui Keuskupan sampai ke Roma dan ada tanda terimanya di mana akan dipergunakan untuk kemanusiaan.
Perayaan Paskah, sebutnya, rangkaian perayaannya sama di seluruh dunia. Seperti halnya visualisasi jalan salib, walaupun, kata dia di Keuskupan Tanjung Selor belum begitu profesional seperti daerah lain, terutama di luar negeri seperti Polandia yang ada asosiasi menjalankan tablo-tablo atau drama-drama yang hidup.
âAda dua bentuk yang satu visualisasi seperti tadi melalui tablo, melalui drama, tetapi bentuk yang baku adalah jalan salib. Juga divisualisasikan melalui gambar seperti yang ada di dalam Gereja Katedral Santa Maria Assumpta ini,â bebernya.
âKalau itu tidak didramakan, itu ada gambar renungan-renungan di setiap 14 stasi, disebut stasiun mulai Yesus dijatuhi hukuman mati, kemudian disiksa, bertemu dengan ibunya, bertemu dengan Veronika dan seterusnya,â jelasnya.
Di Keuskupan Tanjung Selor, sebutnya, ada 15 Paroki dan tersebar di seluruh kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ada 3 Paroki.
âJadi ada 15 di seluruh Keuskupan Tanjung Selor itu, yang mana ada tiga yang ada di Berau. Khusus umat Katolik di Kaltara minus Berau, ada sekitar 53-54 ribu jiwa,â sebut Uskup Paulinus.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.