Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA

Rabu, 03 Jun 2026, 18:45 WIB

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui KBRI Santiago dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago terus berupaya memperkuat hubungan perdagangan Indonesia-Cili. Kali ini, upaya tersebut dilakukan melalui Breakfast Meeting: Encuentro con el Mundo bersama komunitas pelaku usaha anggota PROhumana di Santiago, Cili, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi dari Jakarta menyoroti pentingnya pertemuan tersebut. Ia menilai Cili sebagai salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin.

Ket. Foto: Breakfast Meeting: Encuentro con el Mundo bersama komunitas pelaku usaha anggota PROhumana di Santiago, Cili, pada Rabu, 6 Mei 2026. — Sumber: istimewa

“Tren pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor produk unggulan. Indonesia pun mempromosikan berbagai produk potensial yang sesuai dengan tren pasar Cili, seperti furnitur dan dekorasi rumah berbahan alami, kopi specialty, produk berbasis kelapa, produk perikanan olahan, serta produk kemasan ramah lingkungan,” ungkap Puntodewi dari Jakarta, Rabu (3/6).

Puntodewi juga menyinggung skema perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia dan Cili, yaitu Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ia berharap perluasan cakupan CEPA pada sektor jasa serta pengembangan kerja sama sektor investasi dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

“Melalui implementasi Indonesia-Chile CEPA dan penguatan promosi perdagangan, Indonesia terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar Cili,” tutur Puntodewi.

Sementara itu, perkembangan hubungan perdagangan Indonesia-Cili menunjukkan tren positif pascaimplementasi Indonesia-Chile CEPA pada 23 September 2025. Pada 2025, total perdagangan bilateral Indonesia-Cili tercatat mencapai USD 535,51 juta atau meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia juga semakin kompetitif di pasar Cili, khususnya untuk produk otomotif, pupuk, dan alas kaki.

Dalam pertemuan ini, Indonesia mengajak para pelaku usaha Cili untuk memanfaatkan forum perdagangan seperti Trade Expo Indonesia 2026 pada Oktober mendatang sebagai sarana memperluas jejaring bisnis dan menjajaki kemitraan dagang jangka panjang dengan pelaku usaha Indonesia.

Sebanyak 22 peserta yang hadir dalam _Breakfast Meeting_ merupakan profesional dari berbagai sektor usaha di Cili, termasuk telekomunikasi, pertambangan, ritel, ekspor-impor, jasa keuangan, teknologi, hingga firma hukum. Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru sekaligus memperluas jejaring bisnis Indonesia di kawasan Amerika Latin.

Selain mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia, forum ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai agenda perdagangan dan diplomasi ekonomi Indonesia pada 2026. Antara lain partisipasi Indonesia dalam pameran Espacio Food & Service 2026 di Santiago dan penyelenggaraan Indonesia–Latin America and the Caribbean Business Forum (INALAC) 2026 di Santiago pada 2 Oktober 2026.

Mengangkat tema “Dari Indonesia ke Amerika Latin: Ketahanan Pangan sebagai Dasar Pembangunan Manusia yang Berkelanjutan”, Breakfast Meeting kali ini menjadi sarana promosi perdagangan Indonesia sekaligus forum strategis untuk memperluas peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan berkelanjutan antara Indonesia dan Cili.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Cili, Vedi Kurnia Buana, dalam sambutannya menegaskan, ketahanan pangan saat ini merupakan isu global yang tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut akses, keterjangkauan harga, gizi, logistik, teknologi, dan stabilitas ekonomi. Menurutnya, tekanan terhadap sistem pangan global akibat perubahan iklim, ketegangan geopolitik, serta gangguan rantai pasok menuntut adanya kerja sama internasional yang lebih erat.

“Indonesia dan Cili memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi pangan, dan inovasi menjadi sangat penting untuk membangun sistem pangan yang tanggih dan berkelanjutan,” ujar Dubes Vedi.

Founder dan Executive President PROhumana, Soledad Teixidó, mengapresiasi penyelenggaraan Breakfast Meeting dan menyambut baik undangan partisipasi dalam INALAC dan TEI 2026. PROhumana juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan hubungan bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan serta aspek lingkungan, sosial, dan pemerintahan (Environment, Social, Governance/ESG), serta mendorong partisipasi anggotanya dalam kegiatan perdagangan Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.