Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Gabungan Kerja Keras Padamkan Karhutla di Meranti

📅 Rabu, 30 Jul 2025, 18:05 WIB | Oleh:
Tim Gabungan Kerja Keras Padamkan Karhutla di Meranti Doc: ANTARA/Rahmat Santoso
Ket. Tim gabungan memadamkan kebakaran lahan di Tanjung Peranap, Kabupaten Kepulauan Meranti selama 11 hari.

SELATPANJANG - Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 50 hektare, meliputi semak belukar dan vegetasi hutan di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Meranti AKBP Aldi di Selatpanjang, Rabu, mengakui pihaknya bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana dan Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), dan lainnya masih terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan karhutla.

Dia mengakui kendala mengatasi karhutla di daerah setempat saat ini berupa keterbatasan sumber air.

"Kita sudah membangun belasan embung untuk mendapatkan sumber air dalam mengatasi karhutla. Namun masih saja api belum berhasil padam sepenuhnya," katanya.

Dia mengatakan kathutla sempat padam setelah 10 hari pendinginan. Akan tetapi, api kembali menyala pada hari ke-11 dan meluas dengan cepat sehingga tim gabungan langsung melakukan pemadaman darurat.

Menurut dia, hujan menjadi kunci utama dalam mengatasi karhutla.

Oleh karena itu, dirinya berharap, segera turun hujan di Kepulauan Meranti, khususnya di lokasi karhutla.

Ia mengatakan proses hukum terkait dengan karhutla masih dalam penyelidikan.

"Sementara di Tanjung Peranap masih tahap penyelidikan karena proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung," katanya

Kepala Kepolisian Sektor Tebingtinggi Barat Iptu Iskandar Nopianto mengatakan personel yang terlibat untuk membantu proses pendinginan karhutla, di antaranya Polri, TNI, BPBD, MPA Desa Tanjung Peranap dan karyawan PT ITA.

"Kami masih di lapangan untuk proses pemadaman dan pendinginan. Api sempat meluas kemarin pada hari ke-11. Kita langsung mengatasinya secara bersama agar tidak semakin meluas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.