Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes: Populasi Lansia Bisa Dijadikan Bonus Demografi Kedua

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Kemenkes: Populasi Lansia Bisa Dijadikan Bonus Demografi Kedua Doc: ANTARA
Ket. Seorang lansia mengikuti cek mobilitas dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional di Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mempromosikan pentingnya menjaga kesehatan lansia guna menjaga produktivitas mereka, karena fenomena populasi yang menua (aging population) bisa dijadikan bonus demografi kedua apabila proporsi lansia yang semakin banyak dapat diberdayakan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi ketika ditemui di Jakarta, Selasa, mengatakan guna menyambut Bulan Peduli Alzheimer Sedunia dan memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), pihaknya menyelenggarakan pemeriksaan dan edukasi kesehatan lansia di Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan sebagai upaya menjaga produktivitas dan martabat lansia.

Imran menjelaskan jumlah lansia Indonesia mencapai di atas 10 persen sejak tahun 2021 dan pada tahun 2024 BPS mencatat jumlah lansia Indonesia mencapai 12 persen dari penduduk Indonesia.

"Angka ini diprediksi akan terus meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2045," kata Imran.


Sebaliknya, kata dia, fenomena populasi yang menua dapat menjadi tantangan pembangunan ketika lansia tidak produktif dan menjadi bagian dari penduduk rentan akibat berbagai masalah kesehatan.

Dalam kesempatan itu dia menyebutkan sejak Februari 2025 ada sekitar satu juta lansia yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari jumlah tersebut, masalah yang paling banyak ditemukan adalah masalah gigi serta mobilitas.

Kedua masalah tersebut, kata Imran, dapat memperburuk kondisi lansia, karena mengurangi kenyamanan dalam mengonsumsi makanan bernutrisi serta mengurangi aktivitas fisik sehingga tubuh kurang kuat.

Kemudian, katanya, sebanyak sekitar 30 persen lansia peserta CKG ditemukan mengalami penurunan kemampuan kognitif.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, ada enam masalah kesehatan utama yang diderita lansia di antaranya stroke, ginjal kronis, kanker, jantung, diabetes mellitus, dan hipertensi.

Selain itu data Alzheimer Disease International, tahun 2021 lebih dari 55 juta atau 65 persen orang hidup dengan demensia dan angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 78 juta pada tahun 2030.

Dia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan lansia secara menyeluruh, termasuk skrining untuk deteksi dini penyakit menular, penyakit tidak menular, masalah gizi, gangguan mental emosional, termasuk gangguan kognitif seperti Alzheimer atau demensia.

Imran juga menyebutkan dalam kegiatan ini diadakan skrining TBC bagi para lansia. "Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Tetapi menjadi tua yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif adalah pilihan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.