Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berani 'Melawan KDM', Beberapa Daerah Ini Tetap Mengizinkan Study Tour Bagi Siswa / Pelajar Sekolah Jawa Barat

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 19:43 WIB | Oleh:
Berani 'Melawan KDM', Beberapa Daerah Ini Tetap Mengizinkan Study Tour Bagi Siswa / Pelajar Sekolah Jawa Barat Doc: instagram.com/dedimulyadi71
Ket. Tangkapan layar KDM di akun medsos pribadinya

Jakarta : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi melarang kegiatan study tour ke luar kota, terutama yang memberatkan finansial orang tua dan berisiko terhadap keselamatan siswa. Namun, larangan ini tidak berlaku seragam di seluruh wilayah Jawa Barat. Sejumlah kepala daerah justru memperbolehkan study tour dengan persyaratan tertentu.


Beberapa Daerah di Jawa Barat yang Berbeda Kebijakan dengan Pemerintah Provinsi tentang Study Tour:


a. Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengizinkan study tour asalkan tidak dikaitkan dengan nilai akademik dan bersifat sukarela. Ia menekankan bahwa Bandung sebagai kota terbuka harus mendukung aktivitas edukasi dan pariwisata.

b. Kota Cirebon
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memperbolehkan study tour selama memiliki manfaat edukatif dan aturan yang ketat. Ia juga menyoroti dampak positif study tour terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

c. Kabupaten Bandung
Bupati Dadang Supriatna mendukung study tour yang terarah, bermanfaat, dan mendapat izin orang tua. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk pembelajaran siswa, termasuk pendidikan sejarah.

d. Kota Karawang
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang memperbolehkan study tour hanya dalam wilayah Karawang.
Respons Legislatif dan Pro-Kontra

e. Kabupaten Sumedang
Meski mendukung kebijakan gubernur, Bupati Dony Ahmad Munir memberikan kelonggaran untuk study tour dengan pertimbangan tertentu.

Lantas Bagaimana tanggapan KDM tentang beberapa daerah yang tetap melaksanakan Study Tour?

Gubernur Dedi Mulyadi bersikukuh dengan larangannya, menilai study tour kerap menjadi ajang eksploitasi ekonomi dan seharusnya pendidikan bebas dari kepentingan komersial. Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, berpendapat bahwa study tour tetap penting selama memiliki nilai edukasi, tidak membebani orang tua, dan memberi manfaat nyata bagi siswa.

Beberapa pejabat, seperti Wali Kota Bandung, menyoroti dampak larangan study tour terhadap sektor pariwisata. Sementara itu, syarat utama yang diberlakukan di berbagai daerah agar study tour boleh dilakukan meliputi:

  • Tidak wajib dan tidak memengaruhi nilai akademik.
  • Tidak membebani siswa yang tidak mampu.
  • Memiliki tujuan edukasi dan pengawasan yang jelas.


Perbedaan kebijakan ini mencerminkan kompleksitas penyeimbangan antara keamanan, pendidikan, dan dampak ekonomi di tingkat daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.