Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Inovasi Produk Jamu

📅 Senin, 28 Jul 2025, 18:59 WIB | Oleh:
Kementerian Ekonomi Kreatif Dorong Inovasi Produk Jamu Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menghadiri Festival Jamu di Epiwalk, Jakarta Selatan, Sabtu (26/7).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong regenerasi pelaku usaha jamu dan inovasi produk jamu agar jamu tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.

"Jamu bukan sekadar tradisi, tapi juga identitas budaya yang punya potensi besar untuk mendunia. Lewat festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan warisan leluhur, tapi juga mendorong regenerasi pelaku dan inovasi produk jamu agar relevan dengan gaya hidup masa kini," kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat menghadiri Festival Jamu di Epiwalk, Jakarta Selatan, Sabtu (26/7).

"Saya mengapresiasi inisiatif acara seperti ini, karena ketika budaya dipertemukan dengan semangat generasi muda, di situlah kekuatan ekonomi kreatif muncul," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Senin.

Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa pemerintah berusaha melestarikan kebudayaan dan tradisi Indonesia, termasuk di antaranya jamu, yang punya peran strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

"Kita patut bersyukur karena bangsa ini dibekali keberagaman budaya yang luar biasa. Saya rasa jamu itu berasal dari kata 'jawa' dan 'ngramu' doa untuk kesehatan. Dan kini, jamu bukan hanya warisan, tapi juga the new engine of growth bagi Indonesia," katanya.

Festival Jamu menyajikan berbagai produk jamu kreasi baru, edukasi rempah, hingga pengalaman interaktif untuk membangun kesadaran tentang nilai budaya dan potensi ekonomi industri jamu.

Pendiri Acaraki Jony Yuwono selaku penggagas acara menyampaikan pentingnya penerapan pendekatan lintas generasi dalam upaya mempromosikan dan melestarikan jamu.

"Kami ingin menjadikan jamu bukan sekadar dikenang, tapi digunakan. Dengan sentuhan kreativitas dan edukasi yang menyenangkan, anak-anak muda bisa menjadi bagian dari gerakan pelestarian ini," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.