Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dyah Roro Esti: Realisasi MBG Baru 7,1 Juta Orang, Target Akhir 2025 Capai 82,9 Juta

📅 Senin, 28 Jul 2025, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dyah Roro Esti: Realisasi MBG Baru 7,1 Juta Orang, Target Akhir 2025 Capai 82,9 Juta Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti saat meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di SDN Rawabadak, Karanganyar, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional mencapai 7,1 orang per Juli 2025 dari target 82,9 juta orang hingga akhir 2025.

"Program MBG merupakan program prioritas nasional, yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kecukupan gizi bagi anak-anak usia sekolah sebagai investasi menuju generasi Indonesia Emas 2045," kata Wamendag saat meninjau pelaksanaan program MBG di SDN Rawabadak, Karanganyar, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin.

Kedatangan Wamendag Roro disambut antusias para siswa dan guru sekolah dasar tersebut.

Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Roro mengatakan pelaksanaan MBG di SDN Rawabadak berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

"Alhamdulillah, pelaksanaan MBG di SDN Rawabadak Kabupaten Subang berjalan dengan lancar. Sebanyak 7,1 juta orang telah menerima bantuan MBG dari Pak Presiden Prabowo Subianto dan juga Pak Wapres Gibran, salah satunya sekolah dasar di Rawabadak ini," ujarnya.

Menurut dia, MBG merupakan bentuk nyata pemerintah dalam memenuhi hak dasar anak-anak dalam mendapatkan makanan yang layak dan sehat setiap harinya.

"Ini bukan soal menu semata. Ini tentang memastikan bahwa anak-anak kita tidak perlu lagi bingung soal makan esok hari, karena negara hadir menjamin itu," tegasnya.

Terkait maraknya pemberitaan adanya siswa mengalami keracunan saat mengonsumsi MBG, menurut dia, kejadian tersebut hanya sebagian kecil sekali.

"Saya pikir ini merupakan suatu kerja keras yang patut kita apresiasi bersama, karena dari 7,1 juta orang penerima MBG yang mengalami keracunan atau kendala lainnya kurang lebih hanya sebesar 0,02 persen. Saya juga melihat langsung kualitas makanannya serta para siswa yang menikmati makanan dengan lahap. Tentu, semua ini tidak mudah. Jika masih ada yang kurang, pemerintah siap untuk mencarikan solusi terbaiknya. Kita perlu bersama-sama membantu menyukseskan pelaksanaan MBG ini," jelasnya.

Wamendag Roro mengatakan penduduk Kabupaten Subang rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga adanya program MBG telah banyak membantu para siswa.

"Tadi saya berbincang dengan Bu Kepala Sekolah, ia menyampaikan bahwa mayoritas siswa di sini merupakan kalangan menengah ke bawah, sehingga dengan adanya Program MBG mereka sangat terbantu sekali," sebut Roro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Perlindungan Data UMKM Perl...
Daerah
130 Orang Masih Dicari dala...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.