Demi SDM Unggul Kaltim Prioritaskan Kesehatan dalam RPJMD hingga 2029
📅 Senin, 28 Jul 2025, 14:45 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SAMARINDA – Setiap daerah memerlukan sumber daya berkualitas untuk menyambut masa depan generasi emas. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, guna mewujudkan visi "Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas."
"Visi-misi pemerintah akan diimplementasikan secara konkret melalui kegiatan di berbagai Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD)," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kaltim tentang RPJMD 2025-2029 di Samarinda, Senin.
"Program yang paling dominan adalah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis, kesehatan gratis, dan tentu saja pembangunan infrastruktur. Tiga hal itu yang menjadi tujuan utama kami," tambah Seno Aji.
Lebih lanjut ia menjelaskan pembagian kewenangan dalam program pendidikan gratis. Untuk jenjang pendidikan tinggi, seperti pembayaran UKT, serta Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan (SMK), akan menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim.
Sementara itu untuk pendidikan dasar gratis di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pihaknya mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk menyelaraskannya dengan program nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami memberikan arahan kepada bupati dan wali kota untuk menyambut baik kebijakan ini, apalagi sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pendidikan gratis tingkat dasar. Ini harus dipenuhi agar selaras hingga pendidikan Strata 3 yang ditangani provinsi," jelasnya.
Rancangan pembangunan lima tahun ini telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, kata dia, dengan tujuan menjadikan Kaltim sebagai poros kemajuan yang berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
Untuk mencapai sasaran tersebut, lanjutnya, Pemprov Kaltim merancang dua program penggerak utama. Pertama, program yang berfokus pada pemenuhan layanan dasar publik, mencakup akses pendidikan menengah hingga tinggi, perluasan jaminan kesehatan, penanganan stunting, serta penyediaan akses internet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, program penguatan struktur ekonomi yang menitikberatkan pada industrialisasi, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pariwisata berbasis desa, serta peningkatan infrastruktur pendukung seperti transportasi dan digitalisasi.
Seno Aji menambahkan program dirancang tidak hanya untuk merepresentasikan visi-misi pemerintah, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memastikan arah pembangunan Kaltim berjalan efektif dan efisien.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti memuji tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Kalimantan Timur ditambah IKN yang sudah mencapai 102 persen, menandakan layanan kesehatan semesta Universal Health Coverage (UHC) telah tercapai.
"Terlebih dengan adanya kenaikan anggaran lebih 100 persen untuk peserta BPJS Kesehatan, tentu ini luar biasa," ujar Ali Gufron saat membuka Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Paham Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (Gema Kompas JKN) di Samarinda, Jumat.
Kepesertaan yang mencapai 102 persen plus penambahan anggaran lebih 100 persen, yakni dari sebelumnya 70 miliar rupiah dan tahun ini menjadi 159 miliar. Menurut dia, ini menggambarkan bahwa gubernur memiliki perhatian besar terhadap kesehatan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!