Pengurus Kopdes Merah Putih Harus Banyak Pelatihan agar Tidak Langsung Gulung Tikar

Jumat, 25 Jul 2025, 12:13 WIB

BOGOR - Sebagai adaan baru, koperasi desa Merah putih harus banyak melakukan pelatihan. Pada pengurusnya perlu pembekalan karena ini lembaga baru, meski model lama. Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk memajukan koperasi di daerah, dengan mengatasi sejumlah persoalan internal yang masih dihadapi para pengurus.

Dalam kegiatan Grand Opening dan Peluncuran Buku Modul Pelatihan SDM Koperasi Kelurahan Merah Putih di Aula Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Kamis, Adityawarman mengungkapkan ada tiga persoalan utama yang disebutnya sebagai "penyakit" yang kerap menghambat kemajuan koperasi.

Ket. Foto: Berjalankah Kopdes Merah Putih? — Sumber: ist

“Tiga penyakit itu adalah kurang teliti, kurang rapi, dan kurang disiplin,” ujar Adityawarman dalam acara tersebut, yang juga dirangkai dengan penyerahan akta notaris koperasi binaan. Dia menjelaskan, ketidaktelitian, ketidakrapian, dan rendahnya kedisiplinan dalam pengelolaan koperasi menjadi faktor yang sering menghambat keberhasilan koperasi rakyat, khususnya di tingkat kelurahan.

Menurut dia, peningkatan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan menjadi solusi penting dalam mengatasi berbagai kelemahan tersebut. Oleh karena itu, DPRD Kota Bogor mendorong agar anggaran pelatihan koperasi masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.

“Anggaran pelatihan koperasi sudah kami ajukan dalam APBD Perubahan 2025. Jika disetujui oleh Wali Kota, programnya bisa segera direalisasikan,” ujarnya. Adityawarman menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor mendukung penuh program-program pemberdayaan koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi kerakyatan di Kota Bogor.

Ia juga berharap koperasi-koperasi di lingkungan Kelurahan Merah Putih dan se-Kota Bogor mampu berkembang secara mandiri, profesional, dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “Semoga koperasi-koperasi di Kota Bogor terus maju. Mari kita majukan koperasi agar Bogor menjadi kota yang lebih sejahtera,” katanya.

Kegiatan peluncuran buku modul pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam membangun koperasi yang sehat dan tangguh, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.(KR-MFS)

Sementara itu, hal sama dilakukan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Banten. Mereka menyelenggarakan pelatihan bagi 652 ketua dan pengawas Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan kapasitas dan pemahaman dasar tentang perkoperasian.

Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, di Serang, Kamis, menyatakan pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan diawali dengan tahap pertama yang diikuti oleh 120 peserta di Allisa Resort Hotel, Anyer, 23 hingga 28 Juli 2025.

Pelatihan ini, kata dia, merupakan yang pertama kali digelar di Indonesia untuk para ketua, pengurus serta pengawas koperasi, setelah diluncurkannya Desa Ranjeng sebagai percontohan tingkat nasional. "Kita yang pertama menurut informasi, setelah peluncuran kemarin. Ini adalah tindak lanjut untuk memastikan para pengurus memahami tugasnya," katanya.

Ia mendorong para peserta untuk proaktif selama pelatihan dan tidak ragu untuk bertanya, mengingat banyak di antara pengurus yang mungkin baru pertama kali bersentuhan langsung dengan manajemen koperasi.

  • kopdes merah putih

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.