Pemerintah Kawal Penanganan Bencana Longsor Cisarua

Senin, 26 Jan 2026, 01:00 WIB

Bencana longsor di Cisarua menyebabkan kerusakan lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga terdampak, serta memaksa sekitar 400 warga mengungsi.

Bandung Barat – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat dan mengawal penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Ket. Foto: Pratikno Menko PMK - Saat ini prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop karena masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian. — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Pratikno mengatakan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mencakup proses pencarian dan identifikasi, penyerahan jenazah kepada keluarga, perlindungan pengungsi, serta pencegahan potensi bencana susulan.

“Saat ini prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop karena masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno di Bandung Barat, Minggu (25/1).

Ia menjelaskan penanganan bencana dilakukan melalui lima kluster utama. Kluster pencarian dan pertolongan (SAR) dikoordinasikan oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta relawan. Kluster kesehatan menyediakan layanan medis 24 jam, ambulans, mekanisme rujukan, serta layanan trauma healing bagi korban terdampak. Kluster logistik bertugas memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk bahan pangan, makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan lainnya.

Kluster perlindungan sosial melibatkan Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta BPBD provinsi dan kabupaten. Sementara kluster infrastruktur difokuskan pada pencegahan bencana lanjutan dan penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Bandung dan sekitarnya tengah berada pada puncak musim hujan. Kepala Stasiun BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan hujan dengan intensitas lebat masih berpotensi terjadi selama sekitar satu minggu ke depan. “Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama dalam mendukung proses evakuasi dan penanganan bencana di wilayah rawan longsor,” ujarnya.

Polda Jawa Barat mencatat hingga Minggu siang sebanyak 16 kantong jenazah telah ditemukan. Hingga kini sekitar 80 korban masih dalam pencarian. Bencana longsor tersebut juga menyebabkan kerusakan lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga terdampak, serta memaksa sekitar 300 hingga 400 warga mengungsi.

Terdampak Banjir

Dari Jawa Tengah, Kabupaten Pati, memperpanjang status tanggap darurat bencana menyusul masih adanya dampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan status tanggap darurat yang sebelumnya berlaku pada 9–23 Januari 2026 diperpanjang untuk tahap kedua mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. “Perpanjangan ini dilakukan karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” ujarnya, Minggu.

Ia menyebutkan, jumlah desa terdampak yang semula lebih dari 100 desa kini menurun menjadi sekitar 51 desa, meski potensi bencana masih cukup tinggi. Pemkab Pati mengapresiasi kinerja ASN, tim SAR, TNI, Polri, relawan, serta pihak-pihak yang menyalurkan bantuan, termasuk Korpri yang memberikan bantuan sebesar Rp100 juta.

Menurut Chandra, Pati merupakan daerah dengan potensi bencana tinggi dan membutuhkan penanganan jangka panjang, termasuk solusi permanen bagi wilayah yang mengalami banjir berulang. Untuk itu, Pemkab berharap dukungan Pemprov Jawa Tengah dalam penanganan bencana secara komprehensif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Basarnas Semarang melaporkan dua korban longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, hingga Minggu petang belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan Senin (26/1) pagi setelah terkendala cuaca, kondisi alam, serta luasnya material longsoran.

Kepolisian setempat mengimbau warga tidak mendekati lokasi rawan longsor guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.