Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa itu Bipolar dan Skizofrenia? Berikut Tanda-tandanya

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:45 WIB | Oleh:

Sebaliknya, semakin lambat penderita mendapat pertolongan medis maka peluang untuk pulih pun semakin berkurang. Semakin sering terjadi kekambuhan maka hasil pengobatannya juga cenderung akan kurang baik bila dibandingkan dengan penderita yang jarang kambuh.

Perlu diperhatikan bahwa pada setiap kekambuhan juga akan terjadi kerusakan sel otak yang tidak bisa diperbaiki lagi. Artinya semakin jarang kambuh semakin banyak sel otak yang terselamatkan. Semakin sering kambuh, semakin banyak sel otak yang mengalami kerusakan.

“Perlu diketahui bahwa sel otak yang sudah rusak cenderung tidak bisa pulih lagi,” paparnya.

Ia menerangkan, dengan memahami hal-hal tersebut maka akan sangat penting untuk seorang penderita Skizofrenia maupun GB bisa cepat terdiagnosis dan mendapatkan penanganan medis yang tepat oleh personil medis yang kompeten.

Selain mendapatkan pengobatan terbaik dan termutakhir, menjalani pengobatan dengan teratur agar gejala bisa sebanyak-banyaknya terkendali dan sebisa mungkin tidak mengalami kekambuhan. Baik Skizofrenia dan GB memiliki angka kejadian sebesar 1% dari populasi.

Ada beberapa kendala yang kadang menyulitkan penderita untuk segera bisa mendapatkan pelayanan medis yang tepat sesuai kondisinya, seperti ketidakmengertian dan ketidakpahaman, akses pengobatan yang terbatas dan sulit (baik fasilitas kesehatan maupun keterbatasan ketersediaan obat).

Di samping itu keengganan penderita dan keluarga untuk berobat ke dokter, penyangkalan penderita dan atau keluarga bahwa ada kondisi medis yang harus segera mendapatkan pertolongan. Stigma gangguan jiwa yang masih kuat di mata masyarakat dan kecenderungan masyarakat untuk mencari pengobatan alternatif terlebih dahulu.

“Dengan memahami masalah di atas maka dapat terlihat bahwa setiap pihak yang terkait dengan gangguan-gangguan ini perlu berkontribusi agar penderita bisa cepat mendapatkan pertolongan yang terbaik sesuai kondisinya. Ketidakpahaman bisa diatasi dengan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat. Diperlukan adanya perbaikan akses pengobatan dengan penyediaan fasilitas yang lebih merata dan memperbaiki ketersediaan obat, destigmatisasi oleh seluruh pihak terkait,” himbau dr. Ashwin.

Country Group Head Wellesta Indonesia Hanadi Setiarto menyatakan, sebagai perusahaan yang berfokus pada bidang kesehatan dan teknologi medis, Wellesta berkomitmen terhadap kesehatan dan kualitas hidup pasien, termasuk untuk pasien GB dan Skizofrenia. Sangat penting meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terkait kondisi penyakit mental yang terkadang tidak disadari.

“Kami menyadari, jika tidak diatasi dengan baik, kejadian GB dan Skizofrenia akan terus bertambah sehingga ke depannya akan menurunkan kualitas hidup, peningkatan mortalitas dini, hingga berkontribusi pada penyakit fisik seperti kardiovaskular, metabolik, dan infeksi,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

23 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.