Waspada, Ilmuwan Temukan Pemanis Buatan Bisa Merusak Pelindung Otak dan Berisiko Stroke
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 19:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SEritritol juga mendapatkan popularitas di kalangan produsen makanan karena sifatnya yang lebih menyerupai gula dibandingkan alternatif lain.
Meskipun sukralosa 320 kali lebih manis daripada gula, eritritol hanya memberikan sekitar 80 persen rasa manis gula, sehingga lebih mudah digunakan dalam resep tanpa menciptakan rasa yang berlebihan. Eritritol kini ditemukan dalam ribuan produk, terutama pada banyak makanan "bebas gula" dan "ramah keto".
Badan-badan regulasi, termasuk Badan Standar Pangan Eropa dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, telah menyetujui eritritol sebagai bahan yang aman untuk dikonsumsi. Namun, penelitian baru ini menambah bukti yang semakin kuat yang menunjukkan bahwa bahkan alternatif gula "alami" pun dapat menimbulkan risiko kesehatan yang tak terduga.
Bagi konsumen, temuan ini menimbulkan pertanyaan sulit tentang konsekuensi yang ditimbulkan oleh substitusi gula. Pemanis seperti eritritol dapat menjadi alat yang berharga untuk mengelola berat badan dan mencegah diabetes , membantu orang mengurangi kalori dan mengendalikan lonjakan gula darah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun jika konsumsi rutin berpotensi melemahkan lapisan pelindung otak dan meningkatkan risiko kardiovaskular, manfaatnya mungkin memerlukan biaya yang besar.
Penelitian ini menggarisbawahi tantangan yang lebih luas dalam ilmu gizi: memahami efek jangka panjang dari bahan tambahan makanan yang relatif baru yang telah ada di mana-mana dalam pola makan modern.
Sementara erythritol dapat membantu orang menghindari bahaya langsung akibat konsumsi gula berlebih, efeknya pada sawar darah-otak menunjukkan bahwa penggunaan yang sering dapat secara diam-diam membahayakan perlindungan otak seiring berjalannya waktu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat para ilmuwan terus menyelidiki hubungan yang mengkhawatirkan ini, konsumen mungkin ingin mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan pemanis yang tampaknya tidak berbahaya ini – dan mungkin mempertanyakan apakah ada aditif pengganti gula yang benar-benar bebas risiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!