Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementan Kembangkan Peringatan Dini Hama dan Informasi Tanah

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Kementan Kembangkan Peringatan Dini Hama dan Informasi Tanah Doc: antara foto
Ket. Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Fadjry Djufry.

BADUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengembangkan sistem peringatan dini pengendalian hama dan data informasi tanah untuk mendukung produktivitas dan menekan biaya produksi.

“Tantangan saat ini membutuhkan solusi bersama,” kata Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Fadjry Djufry di sela lokakarya internasional pengendalian hama dan informasi tanah di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (22/7).

Adapun tantangan yang dihadapi sektor pertanian khususnya di negara-negara di Asia di antaranya perubahan cuaca yang tidak menentu, kerusakan tanah, serta serangan hama dan penyakit tanaman yang bisa mengganggu hasil panen.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia mengadakan lokakarya di Kuta, Bali tersebut yang dihadiri para peneliti dan pemangku kebijakan sektor pertanian dari 14 negara di Asia bersama program Inisiatif Kerja Sama Pertanian dan Pangan Asia (AFACI), yang dibentuk pada 2009 oleh Korea Selatan.

Ada dua pengendalian hama yang menjadi sorotan pada agenda tersebut yakni ulat grayak jagung dan wereng batang cokelat melalui program pemantauan dan diagnosa dua hama tersebut di wilayah Asia (PMP+).

Program itu dirancang untuk menyediakan data terkini mengenai serangan hama melalui sistem pemantauan yang dapat digunakan sebagai dasar peringatan dini dan pengambilan keputusan pengendalian hama secara cepat dan akurat.

Kemudian, program SOIL+ yakni sistem informasi tanah nasional yang memungkinkan pengelolaan data tanah berkelanjutan, sebagai landasan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan lahan, dan keberlanjutan sistem pangan dan pertanian di kawasan Asia.

Dengan adanya data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat menyusun kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berdaya tahan jangka panjang.

Nantinya, para peneliti dapat saling bertukar teknologi, inovasi dan pengalaman dalam pengembangan sektor pertanian mulai dari pengendalian hama hingga informasi tanah.

"Dengan lebih dari 17.000 pulau dan beragam zona agroekologis, Indonesia sangat memerlukan pendekatan berbasis data dalam pengelolaan lahan dan sistem pertanian adaptif," ucapnya.

Ia meyakini pendekatan kolaboratif tersebut menjadi kunci dalam membangun ketahanan sistem pangan dan pertanian di kawasan Asia, sekaligus memperkuat posisi Asia dalam menghadapi tantangan global di bidang pertanian dan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.