Trikaprin Dapat Pulihkan Kerusakan Jantung Koroner
📅 Senin, 21 Jul 2025, 07:43 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: SEBASTIEN BOZON / AFP
TRIKAPRIN, sebuah suplemen sederhana, membalikkan lemak yang menyumbat arteri dan meredakan nyeri dada pada pasien dengan penyakit jantung yang resisten terhadap pengobatan normal.
Kabar gembira dari penelitian ini adalah obat untuk kondisi jantung yang mengancam jiwa bukanlah obat atau operasi. Hanya dengan mengonsumsi suplemen yang ada di rak toko, jantung yang mengalami kerusakan dapat mengalami perbaikan.
Para peneliti Jepang telah mengungkap bahwa trikaprin, sebuah suplemen makanan, memicu pembalikan gejala penyakit jantung yang dramatis pada dua pasien dengan kondisi langka yang resisten terhadap pengobatan. Setelah bertahun-tahun mengalami nyeri dada dan terapi yang gagal, para pasien mengalami kelegaan dan bahkan terjadi regresi timbunan lemak yang menyumbat arteri.
Kuncinya bukanlah menurunkan kadar kolesterol, melainkan memecah trigliserida di dalam sel-sel jantung sebuah pendekatan baru dan berpotensi inovatif untuk perawatan jantung. Hal ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dimuat dalam European Heart Journal oleh para peneliti di Universitas Osaka.
Penelitian menemukan, suplemen makanan tertentu dapat secara signifikan membalikkan gejala penyakit jantung pada pasien tertentu. Penyakit arteri koroner atau penyakit jantung koroner adalah kondisi di mana arteri yang memasok darah ke jantung menyempit atau tersumbat, yang seringkali menyebabkan serangan jantung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun pengobatan seperti obat penurun kolesterol dan stent pelepas obat (jenis stent baru yang menyalurkan obat langsung ke dinding arteri) banyak digunakan, banyak pasien terus mengalami hasil yang buruk. Beberapa individu tidak merespons terapi konvensional sama sekali.
Kardiomiovaskulopati deposit trigliserida (triglyceride deposit cardiomyovasculopathy/TGCV) adalah gangguan kardiovaskular yang ditandai dengan aterosklerosis koroner yang menyempit secara difus dengan deposisi trigliserida (atherosclerosis with triglyceride/TG) yang disebabkan oleh lipolisis intraseluler yang tidak sempurna. TGCV merupakan kondisi yang seringkali tidak terdiagnosis pada pasien yang resisten terhadap terapi standar.
Penemuan Subtipe PJK
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hampir 15 tahun yang lalu, kami mengidentifikasi jenis PJK baru yang disebut kardiomiovaskulopati deposit trigliserida (TGCV), di mana arteri koroner tersumbat oleh deposit trigliserida yang dihasilkan oleh kerusakan intraseluler trigliserida yang tidak sempurna pada sel otot polos pembuluh darah,” kata penulis utama studi ini, Ken-ichi Hirano.
“Mekanisme ini membedakan TGCV dari aterosklerosis akibat kolesterol klasik, dan merupakan penyebab pasien yang resisten terhadap pengobatan standar untuk PJK,” ungkapnya seperti dikutip dari Scitech Daily.
Tim peneliti mengembangkan pedoman diagnostik untuk TGCV dan menemukan bahwa penyakit ini sangat umum pada penderita diabetes melitus dan mereka yang menjalani hemodialisis. Meskipun diagnosis TGCV menjadi mungkin, menemukan pengobatan yang berhasil masih belum terjangkau—hingga saat ini.
Suplemen Sederhana
“Kini kami melaporkan regresi aterosklerosis koroner difus yang luar biasa pada dua pasien dengan TGCV,” ujar Ken-ichi Hirano. “Keduanya menderita nyeri dada refrakter dan diabetes hingga didiagnosis TGCV, dan asupan trikaprin dari makanan selanjutnya menyebabkan perbaikan gejala,” tambahnya.
Trikaprin adalah suplemen makanan yang tersedia secara komersial yang mendorong pemecahan lipid oleh sel otot jantung. Selain meredakan gejala yang mengganggu dan menyakitkan pada pasien, tricaprin juga menghasilkan regresi penumpukan trigliserida yang luar biasa di pembuluh darah jantung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!