Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkum Kalsel Goes to Pesantren Edukasi Santri Kekayaan Intelektual

📅 Senin, 21 Jul 2025, 21:40 WIB | Oleh:
Kemenkum Kalsel Goes to Pesantren Edukasi Santri Kekayaan Intelektual Doc: ANTARA/Firman
Ket. Tim Kemenkum Kalsel saat Goes to Pesantren di Pondok Pesantren Modern Al Furqan Muhammadiyah Banjarmasin mengedukasi para santri tentang kekayaan intelektual dan pencegahan perundungan, Senin (21/7).

Banjarmasin -- Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenkum Kalsel) menggelar Kemenkum Kalsel Goes to Pesantren di Pondok Pesantren Modern Al Furqan Muhammadiyah Banjarmasin guna mengedukasi para santri tentang kekayaan intelektual.

"Para santri diajak memahami bagaimana karya-karya seperti lagu nasyid, ceramah, hingga produk kreatif berbasis pesantren dapat dilindungi secara hukum," kata kata Plt Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalsel Meidy Firmansyah di Banjarmasin, Senin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ditujukan untuk membekali para santri dengan wawasan tentang Kekayaan Intelektual.

Lebih dari 150 peserta, terdiri atas santri baru, tenaga pendidik, dan pengurus pesantren, mengikuti kegiatan ini dengan antusias. 

Dua narasumber menyampaikan materi yang relevan dan aplikatif yakni M. Aji Rifani, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda dan Tulus Achir Cahyadi, Penyuluh Hukum Ahli Pertama Kanwil Kemenkum Kalsel.

M. Aji Rifani membuka sesi dengan paparan bertema “Perlindungan Kekayaan Intelektual di Era Digital”. 

Dia mengulas berbagai jenis KI, seperti hak cipta, merek, paten, dan desain industri, serta prosedur pendaftaran dan perlindungan melalui sistem daring. 

Selain layanan kekayaan intelektual, para santri juga dibekali soal isu perundungan di lingkungan pendidikan, terutama pesantren. 

Dengan pendekatan yang penuh empati, Tulus Achir Cahyadi menyampaikan dampak psikologis perundungan atau bullying serta mendorong terbentuknya lingkungan yang aman, inklusif, dan suportif bagi seluruh warga pesantren. 

Tulus juga memberikan contoh konkret dan strategi pencegahan yang dapat diterapkan secara kolektif.

Kegiatan ini dikemas secara interaktif, dengan diskusi dan tanya jawab yang menggugah partisipasi aktif dari para peserta. 

Santri tampak antusias mengajukan pertanyaan, baik terkait langkah melindungi karya mereka secara hukum, maupun cara menghadapi situasi bullying dalam keseharian di pesantren.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.