Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dulu Negara Miskin, Kini Raksasa Teknologi! Begini Cara Korea Selatan Salip Dunia dalam 50 Tahun!

📅 Senin, 21 Jul 2025, 09:15 WIB | Oleh:
Dulu Negara Miskin, Kini Raksasa Teknologi! Begini Cara Korea Selatan Salip Dunia dalam 50 Tahun! Doc: Freepik

JAKARTA - Siapa sangka Korea Selatan yang kini dikenal sebagai raksasa teknologi dan budaya pop global, dulunya adalah negara miskin dan compang-camping? Sekitar 50 tahun lalu, pemandangan di Seoul lebih mirip reruntuhan perang daripada pusat bisnis modern seperti sekarang. 

Tapi bagaimana negara yang dulu kalah jauh dari Korea Utara ini bertransformasi menjadi markas besar perusahaan raksasa seperti Samsung, Hyundai, dan LG? Jawabannya mengejutkan dan penuh kontroversi.

Dari Negeri Kumuh ke Surga Chaebol

Setelah Perang Korea berakhir pada 1953, Korea Selatan benar-benar berada di titik nadir. Perekonomian hancur, harapan hidup anjlok di bawah 50 tahun, dan lebih dari satu juta nyawa rakyat sipil melayang. Pada 1955, PDB per kapita negara ini hanya sekitar USD 64 bahkan lebih rendah dari banyak negara di Afrika pada masa itu.

Namun segalanya mulai berubah saat seorang tokoh kontroversial, Park Chung Hee, mengambil alih kekuasaan lewat kudeta militer pada 1961. Dia menjadi diktator, tapi juga arsitek utama kebangkitan ekonomi Korea Selatan. 

Park Chung Hee melihat potensi besar dalam kelompok keluarga konglomerat atau chaebol. Samsung, LG, dan Hyundai dulunya hanya pedagang beras, plastik, atau wol. 

Namun lewat kebijakan Park Chung Hee yang agresif dan penuh tekanan, pinjaman lunak, pemotongan pajak, dan dukungan penuh dari negara mereka tumbuh menjadi raksasa dunia.

Diplomasi Uang dan Perang

Tak hanya itu, Park Chung Hee juga tak ragu memakai jalur diplomatik dan militer demi mendongkrak ekonomi. Dia menjalin hubungan resmi dengan Jepang pada 1965, yang menghasilkan dana hibah dan pinjaman senilai ratusan juta dolar. 

Dia juga mengirim 300 ribu tentara Korea Selatan ke Perang Vietnam. Imbalannya? Amerika Serikat menggelontorkan bantuan lebih dari USD 5 miliar, termasuk gaji tentara.

Bahkan rakyat biasa pun diekspor. Ribuan wanita Korea dikirim ke Jerman Barat sebagai perawat, dan pria sebagai buruh tambang, hanya demi mendatangkan devisa.

Dari Rambut Palsu ke Mobil dan Semikonduktor

Pada awalnya, ekspor utama Korea Selatan masih sederhana, rambut palsu, sepatu, dan pakaian. Tapi di akhir 1970an, mulai terlihat kebangkitan sesungguhnya. Samsung mengekspor elektronik seperti televisi dan mesin cuci. Hyundai memproduksi mobil pertamanya, Pony, pada 1975.

Setelah Park Chung Hee dibunuh kepala intelijennya sendiri pada 1979, PDB per kapita Korsel sudah melonjak jadi lebih dari USD 1.770 nyaris 20 kali lipat dari awal pemerintahannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.