Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

200 Tahun Perang Jawa dan Warisan Semangat Diponegoro

📅 Senin, 21 Jul 2025, 17:27 WIB | Oleh:

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengajak generasi muda dapat menapaki nilai-nilai yang sudah diwariskan oleh Pangeran Diponegoro yakni jujur, tangguh, berprinsip, dan mencintai Tanah Air.

Perang Jawa mengajarkan bahwa jati diri perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam sebuah kenyamanan, tetapi dalam perlawanan menentang penjajahan dan kolonialisme.

Namun, lanjut Fadli, tumbuh dari sebuah semangat rela berkorban dan cinta Tanah Air, keberanian, dan prinsip yang tak bisa dibeli atau ditundukkan, sebagaimana jati diri Pangeran Diponegoro.

"Mari kita jadikan warisan sejarah ini sebagai sumber kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih adil, beradab, dan berkarakter dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan merawat kebudayaan sebagai ruh kebangsaan," imbuh Fadli.

Pameran

Dalam rangkaian kegiatan peringatan 200 Tahun Perang Jawa, Perpusnas akan menyelenggarakan pameran yang menampilkan koleksi dari Museum Nasional, Keraton Yogyakarta, serta koleksi lainnya. Beberapa koleksi yang akan dipamerkan adalah replika pelana kuda dan keris Diponegoro.

Pameran yang digelar pada 20 Juli hingga 20 Agustus 2025, menampilkan babak-babak penting terkait Pangeran Diponegoro, mulai dari Mustahar (masa kecil sang pangeran), Perang Sabil, Muslihat, hingga Lentera Bangsa.

Menurut Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, pameran itu juga dihadirkan dalam versi digital melalui platform Google Arts & Culture. Kegiatan lainnya yakni peluncuran buku Babad Diponegoro dan Sketsa Perang Jawa. Perpusnas juga akan meluncurkan 25 judul komik bertema Babad Diponegoro yang diperuntukkan bagi anak-anak dapat membaca dan mengetahui nilai-nilai penting dalam Babad Diponegoro.

Melalui pameran itu diharapkan dapat menyebarluaskan nilai-nilai penting nasionalisme dan sikap kerelawanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui koleksi-koleksi terkait Perang Jawa dan Pangeran Diponegoro yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Memory of the World atau Ingatan Kolektif Dunia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
Satgas Yonif 511/DY Evakuas...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.