Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

200 Tahun Perang Jawa dan Warisan Semangat Diponegoro

📅 Senin, 21 Jul 2025, 17:27 WIB | Oleh:
200 Tahun Perang Jawa dan Warisan Semangat Diponegoro Doc: ANTARA/Hendrya Nurdiyansyah
Ket. Pengunjung mengamati karya saat pameran sastra rupa "Gambar Babad Diponegoro" di Jogja Gallery, DI Yogyakarta.

JAKARTA - Perang Jawa atau yang dikenal dengan Perang Diponegoro yang terjadi 200 tahun lalu, dikenal sebagai peristiwa heroik. Perang itu menjadi bukti perlawanan kaum pribumi terhadap kesewenang-wenangan kaum kolonial.

"Kalau nama orang-orang yang memenjarakan kepadanya telah hilang sama sekali daripada ingatan manusia, nama Diponegoro akan hidup terus," demikian perkataan Presiden pertama Indonesia Soekarno dalam peringatan 100 tahun wafatnya Diponegoro pada 1955.

Apa yang disampaikan Bung Karno tersebut benar adanya. Hingga kini, Pangeran Diponegoro tak pernah "mati". Namanya terus hidup dalam ingatan kolektif bangsa, diabadikan menjadi nama jalan, gedung hingga lembaga pendidikan.

Pangeran Diponegoro yang merupakan pemimpin Perang Jawa itu, terlahir dengan nama kecil Bendara Raden Mas Mustahar pada 11 November 1985. Terlahir di lingkungan Keraton Yogyakarta, Diponegoro merupakan anak dari Sri Sultan Hamengkubuwono III dan ibunya bernama Mangkarawati, selir Sri Sultan Hamengkubuwono yang berasal dari Pacitan.

Perang Jawa tidak hanya meninggalkan jejak sejarah yang signifikan dalam perjuangan rakyat Indonesia, tetapi juga memberikan dampak besar bagi pemerintah kolonial Belanda, baik dari segi ekonomi, militer, maupun politik.

Dengan menggunakan taktik gerilya yang memanfaatkan medan pegunungan dan hutan Jawa, Pangeran Diponegoro berhasil membuat pasukan Belanda kesulitan menangkapnya. Dukungan dari tokoh seperti Kyai Mojo, Sentot Prawirodirdjo, dan Kerto Pengalasan pun memperkuat perlawanan pada perang yang berlangsung pada 1825 hingga 1830 itu.

Perang Jawa mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat. Tidak hanya di wilayah meletusnya perang yakni di Tegalreo, tetapi juga di luar Jawa.

Strategi "Benteng Stelsel" dengan membangun benteng-benteng, yang diterapkan Belanda pada 1827 mulai melemahkan pasukan Diponegoro, terutama setelah banyak pengikutnya ditangkap atau gugur.

Belanda kemudian mengadakan perundingan dengan Diponegoro pada 1830, tetapi perundingan ini berakhir dengan pengkhianatan Letnan Gubernur Jenderal Henrik Merkus de Kock. Pangeran Diponegoro ditangkap pada 28 Maret 1830 di Magelang dan diasingkan ke Manado, kemudian ke Makassar, hingga meninggal dunia pada 1855.

Kepala Perpusnas Prof E. Aminudin Azis dalam peringatan 200 tahun Perang Jawa, mengatakan perang itu dipicu oleh perasaan masyarakat yang sudah sangat tertindas akibat ketidakadilan dan kelaliman kolonial.

Lalu apa sebenarnya makna hakiki Perang Jawa? Amin yang menanyakan langsung pada sejarawan Peter Carey menyebut dari sudut pandang Pangeran Diponegoro, esensi perang adalah “I want respect!”. Perang Jawa, kata dia, berkaitan dengan upaya merawat hakikat jati diri yang bermartabat.

"Kobaran api semangat dan cita-cita Sang Pangeran untuk meraih keluhuran martabat bangsa adalah ruh yang senantiasa hidup dalam raga bangsa ini, bahkan jauh sebelumnya dan akan terus abadi menyala. Kita semua yakin dan percaya bahwa derajat kemartabatan dan harga diri bangsa sangat ditentukan oleh keluasan dan kekuatan penguasaan ilmu pengetahuan, yang secara hakikat mencerminkan tingkat kecakapan literasi warga bangsa itu," terang Amin di Jakarta, Ahad.

Perang Jawa memberikan dampak kerugian finansial bagi kongsi dagang Belanda hingga bangkrut akibat biaya perang yang tinggi. Tak hanya menderita kerugian, lebih dari 8.000 pasukan berbangsa Eropa dan 7.000 pribumi yang membantu Belanda pun tewas dalam perang itu.

Akibat kerugian anggaran hingga 20 juta Gulden itu pula, Belanda harus memulihkan pendapatannya dengan cara tanam paksa yang menyengsarakan masyarakat pribumi pada masa itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

34 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.