Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memperkuat Aksi Konvergensi untuk Mengatasi Stunting di Cirebon

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Memperkuat Aksi Konvergensi untuk Mengatasi Stunting di Cirebon Doc: Antara
Ket. Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/7/2025).

Cirebon - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memperkuat pelaksanaan aksi konvergensi sebagai strategi mengatasi stunting yang menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, di Cirebon, Minggu, mengatakan strategi tersebut mencakup pelibatan kader posyandu, edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.

"Penanganan stunting tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh soal kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi, ASI eksklusif, serta sanitasi yang layak," katanya.

Ia menjelaskan keluarga memegang peran penting, dalam mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas karena merupakan pondasi awal kehidupan seseorang.

"Keluarga adalah tiang pertama yang menentukan ke arah mana kita melangkah. Dari keluarga yang sehat dan sejahtera lahir masa depan yang penuh harapan," ujarnya.

Menurut dia, tantangan terbesar saat ini adalah stunting, yang bukan sekadar isu kesehatan, melainkan juga persoalan kemanusiaan yang menyangkut masa depan anak.

Ia menyebutkan, berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting di Kota Cirebon tercatat menurun dari 12,83 persen pada 2022 menjadi 11,66 persen pada 2023.

Namun, kata dia, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan kenaikan dari 17 persen pada 2022 menjadi 19,9 persen pada 2023, yang mencerminkan masih adanya tantangan di lapangan.

"Ini menyadarkan kita bahwa masih terdapat persoalan struktural yang belum tuntas, baik dari sisi edukasi keluarga, akses gizi, air bersih, maupun layanan kesehatan dasar," katanya.

Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam penanganan stunting karena ibu merupakan sumber utama pengetahuan dan penjaga kehidupan sejak awal.

"Mari jadikan setiap rumah tangga sebagai benteng pencegahan stunting dan setiap ibu sebagai pelopor gizi keluarga," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.